Emisi Karbon Sektor Bangunan Jadi Perhatian Serius Menteri PUPR

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Sumber :
  • Dokumentasi BNPB.

VIVA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengaku bahwa pihaknya sangat memerhatikan isu perubahan iklim yang tengah terjadi secara global saat ini.

img_title Minecraft Hadirkan Packed Ice Bricks, Begini Cara Membuatnya untuk Bangunan Es yang Lebih Keren

Dia menjelaskan proporsi emisi karbon dari sektor sampah dan bangunan sebagaimana yang dicatat oleh UN Environment Programme pada tahun 2019 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di mana tercatat bahwa data emisi karbon global dari sektor bangunan mencapai 38 persen dari total," kata Basuki dalam telekonferensi, Rabu 27 Oktober 2021.

img_title Kasus Korupsi Tanah Bandung Zoo, Kejari Serahkan 6 Bangunan! Ada Rumah Sakit Hewan hingga Restoran

"Sedangkan data emisi karbon global dari sektor persampahan menurut data World Bank adalah 15 persen," ujarnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di TPAS Banjar Bakula, Kalsel.

Photo :
  • VIVA/Dusep Malik

img_title Momen Alat Berat Bongkar 10 Bangunan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Baca juga: UNS Beberkan Detik-detik Meninggalnya Gilang saat Diklatsar Menwa

Basuki menjelaskan, besaran proporsi emisi karbon dari kedua sektor inilah yang akan Kementerian PUPR turunkan melalui berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur ke depannya.

Kemudian terkait perubahan iklim dan kerentanan bencana, Basuki menjelaskan, berdasarkan laporan dari Center for Research on The Epidemiology of Disasters (CRED), sekitar 90 persen dari bencana alam yang terjadi di seluruh dunia selama dekade terakhir ini utamanya diakibatkan oleh masalah perubahan iklim.

"Tercatat, banjir telah menimbulkan korban hingga mencapai dua miliar orang selama tahun 1998-2017," kata Menteri PUPR.

Sementara itu, di Indonesia setidaknya terdapat 5.000-an kejadian bencana akibat musibah banjir, selama kurun waktu 2012-2019 dengan 5.100 korban jiwa dan 100 ribu rumah rusak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Data ini menunjukkan tingginya kerentanan bencana di Indonesia, sekaligus masih lemahnya upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana," ujarnya.

Ilustrasi AC.

Teknologi Pendingin Gedung Terus Berkembang, Ini Cara Kerjanya dan Manfaatnya

Teknologi pendinginan gedung terus berkembang melalui sistem tata udara pintar, sensor otomatis, dan pengaturan suhu yang lebih efisien. Berikut lebih jelasnya.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut