Dukung Zero Emisi, PGN Perkuat Infrastruktur dan Pasokan Gas Bumi
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
VIVA – Upaya pemerintah meningkatkan penggunaan energi bersih menuju zero emisi pada 2060 menjadi peluang PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) meningkatkan penjualan gas bumi. PGN sendiri memiliki kemampuan untuk mendukung proses transisi energi melalui ketersediaan pasokan gas dan infrastruktur.
Direktur Utama PGN Muhamad Haryo Yunianto mengatakan, dalam jangka pendek, PGN akan terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan sumber pasokan gas bumi.
Langkah ini sangat strategis mengingat potensi kebutuhan gas bumi di masa depan akan semakin besar. Salah satunya terkait dengan kebijakan bauran energi baru terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada 2025 mendatang.
Baca juga: 6 Cara Menteri Risma Selesaikan Data Kemiskinan di Indonesia
“Sebagai proses dari rencana penguatan bisnis tersebut, PGN telah mengintegrasikan infrastruktur di Sumatera bagian Utara dan Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas penyaluran gas ke seluruh segmen pasar. Pembangunan infrastruktur yang semakin terintegrasi ini akan menjadi prioritas utama PGN,” jelas Haryo saat paparan publik secara daring, dikutip Kamis, 17 November 2021.
Haryo menjelaskan, beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang saat ini dikembangkan PGN diantaranya adalah konstruksi pipa Senipah-Balikpapan untuk mendukung Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dengan memanfaatkan sumber gas bumi di Kalimantan Timur.
Lalu, proyek lainnya adalah memperkuat optimalisasi pipa Gresik-Semarang dengan infrastruktur non-pipa atau disebut beyond the pipe.
PGN juga dalam proses pembangunan proyek regasifikasi LNG dan mini LNG untuk memenuhi kebutuhan gas di beberapa lokasi di Indonesia bagian tengah dan timur, khususnya dalam penyediaan gas bagi pembangkit PLN.
Sementara di segmen rumah tangga, PGN terus menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah merealisasikan program jaringan gas rumah tangga atau jargas.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Achmad Muchtasyar menuturkan untuk
pembangunan infrastruktur regasifikasi LNG dan juga mini LNG merupakan strategi jangka panjang PGN untuk memperkuat pasokan gas bumi di masa depan.
"Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya sinergi dan kolaborasi dengan PT Pertamina sebagai holding migas,” ujar Achmad.