Pelindo: Selat Malaka Harus Dioptimalkan Sebagai Jalur Logistik

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

VIVA – Direktur Strategi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Prasetyo mengatakan Indonesia harus mengoptimalkan Selat Malaka sebagai jalur-jalur jaringan logistik. 
Menurut dia, bahwa posisi Indonesia sangat strategis dengan adanya Selat Malaka. Namun, hingga saat ini belum bisa optimal dan manfaatkan lokasi strategis tersebut.

img_title Prabowo Tugaskan Airlangga Pangkas Biaya Logistik, Targetkan Turun Jadi 12,5 Persen pada 2029

"Kita menjadi jalur-jalur utama dari jaringan logistik global, kita di tengah-tengah ada Benua Australia, Benua Asia dengan kekuatan ekonomi mereka di Cina, Eropa. Tentunya posisi strategis ini harus dioptimalkan," kata Prasetyo dalam diskusi daring Indonesia Maritime Club oleh myshipgo pada Sabtu, 20 November 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemanfaatannya Lebih Besar Singapura dan Malaysia

img_title Tingginya Permintaan Sektor Logistik dan Adopsi AI Topang Bisnis Teknologi di Tanah Air

Sebagai contoh, kata dia, Selat Malaka dilewati 100 ribu kapal setiap tahunnya. Akan tetapi, yang dilayani Indonesia itu tidak lebih dari 2 persen, bahkan kurang 2 persen. Kemudian, 60 persen ini dilayani oleh Singapura dan 38 persen dilayani Malaysia.

"Nah, ini tentunya sangat disayangkan peran kita di Selat Malaka masih sangat minim. Oleh karena itu, upaya-upaya kita bagaimana bisa lebih mengembangkan market di Selat Malaka. Kita punya Batam, Kepulauan Riau yang berhadapan langsung dengan Singapura, tapi market kita dengan Singapura sangat kecil," jelas dia.

img_title Dukung Ekosistem Biodiesel Indonesia, Pertamina Tekankan Pentingnya Peran Logistik Maritim

Maka dari itu, Pras mengatakan dengan adanya optimalisasi layanan dan standarisasi layanan, menggunakan digitalisasi dalam melayani customer, ini tentunya bisa meningkatkan kepercayaan curstomer kepada Indonesia. Kedepannya, harus dilakukan peningkatan layanan, standarisasi layanan dan memiliki standar layanan yang bisa diterima secara global.

"Tentu ini akan menimbulkan kepercayaan customer kepada kita, sehingga nanti kita tidak bergantung lagi kepada Singapura dan Malaysia untuk mereka sebagai transit. Bisa jadi transitnya nanti di Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Karena di Kuala Tanjung ini kan langsung berhadapan dengan Selat Malaka. Itu potensi yang harus kita raih," paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perlu Jalur Logistik di Luar Jawa

Tujuannya, kata dia, adalah menarik investor untuk masuk ke Indonesia jika Kuala Tanjung dijadikan sebagai jalur-jalur utama logistik. Sebab, Pulau Jawa diketahui sekarang sudah sangat padat untuk pusat ekonomi sehingga harus dibagi ke berbagai wilayah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut