Ekspansi Digital Dorong Kinerja Siloam

Siloam Hospitals.
Sumber :
  • VIVA/Nur Faishal

VIVA – Ekspansi digital disebut akan mendorong kinerja PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), anak perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Komisaris Utama SILO yang juga CEO LPKR John Riady mengatakan bahwa LPKR melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia.

img_title Pengalaman Pasien Bakal Jadi Acuan Akreditasi RS, Menkes: Pasien BPJS Dijudesin Nggak Sama Dokter

"Industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia" tegasnya dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis 25 November 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih lagi, lanjut dia, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi. 

img_title Gubernur Kalsel Perintahkan Rumah Sakit Prioritaskan Korban KM Virgo Transport 8

"LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi untuk mewujudkan misi kami yaitu memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia," katanya,

Rumah Sakit Siloam

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

img_title 2 Warga Serang Dirujuk ke Rumah Sakit Akibat Paparan Abu Vulkanik

Per September 2021, SILO berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun atau meningkat 46,7 persen year on year (YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,01 triliun. 

EBITDA SILO dalam 9 bulan pertama tahun 2021 juga meningkat 107,2 persen YoY menjadi Rp1,5 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 sebesar Rp743,5 miliar. 

Adapun laba bersih SILO per September 2021 tercatat sebesar Rp553 miliar. Sampai akhir tahun 2021, RHB Sekuritas Indonesia memperkirakan SILO mampu membukukan pendapatan Rp7,95 triliun dengan laba bersih Rp732 miliar.

Pertumbuhan kinerja SILO tentunya berdampak positif terhadap LPKR sebagai induk usaha. LPKR merupakan pemegang saham utama SILO dengan kepemilikan 55,4 persen saham per 3 Agustus 2021.

Senada, PT RHB Sekuritas Indonesia dalam riset terbarunya menyatakan Kinerja SILO semakin solid seiring dengan tingginya kebutuhan layanan kesehatan pada masa pandemi COVID-19. Layanan telehealth melalui aplikasi MySiloam terhubung dengan 1.000 dokter yang akan menjangkau pasien lebih luas, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa.

"Digitalisasi juga meningkatkan kemampuan SILO dalam kerja sama B2B (business to business) khususnya dengan perusahaan asuransi. Apalagi, kebutuhan layanan medis secara online meningkat saat pandemi COVID-19. SILO juga bekerja sama dengan platform lain seperti AIDO, HaloDoc, dan Alodokter. Ekspansi digital ini akan memperluas penetrasi pasar Siloam," papar tim riset RHB Sekuritas Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, SILO mengelola dan mengoperasikan 40 rumah sakit, terdiri dari 14 rumah sakit di wilayah Jabodetabek dan 26 rumah sakit yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Menkes Budi Soroti Masalah di Rumah Sakit: Dokternya Tak Dibayar

Menkes Budi menyoroti persoalan di dunia kesehatan. Salah satunya ada beberapa tenaga kesehatan yang gaji atau upahnya tak dibayarkan oleh rumah sakir (RS) paripurna.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut