Kemenhub Ingatkan Operator Penerbangan Waspada Cuaca Ekstrem

Ilustrasi pesawat terbang.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Kementerian Perhubungan melalui Direkrorat Jenderal Perhubungan Udara meminta agar para stakeholer penerbangan dapat mengantisipasi fenomena cuaca ekstrem. 

img_title Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Palembang, 18 Penerbangan Terdampak

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Dadun Kohar, saat mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto ketika membuka webinar bertema Situational Awareness : Expect the Unexpected yang diselenggarkan oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sambutannya yang dibacakan tersebut, Novie berharap penyelenggaraan webinar ini bisa menjadi tempat berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam mitigasi menghadapi cuaca ekstrem, sebagai efek dari fenomena La Nina bagi operasi penerbangan.

img_title Papua Nugini-Indonesia akan Buka Rute Udara Langsung, Port Moresby ke Jayapura Makin Dekat

"Khususnya di wilayah udara NKRI yang diprediksi mulai terjadi pada akhir tahun 2021 dan pada bulan-bulan di awal tahun 2022," kata Novie dalam sambutannya yang dibacakan Dadun, Rabu 8 Desember 2021.

Sebagaimana diketahui, saat ini dunia penerbangan sedang dihadapkan pada berbagai disrupsi, di antaranya perubahan iklim global yang berdampak timbulnya fenomena anomali cuaca, dan iklim global, seperti fenomena La Nina dan pertumbuhan bibit-bibit siklon tropis di berbagai wilayah.

img_title Turis Makin Banyak Datang, Penumpang Penerbangan Internasional Indonesia Alami Pertumbuhan

"Ini semua harus kita antisipasi bersama baik pemerintah sebagai regulator ataupun stakeholeder penerbangan sebagai operator," ujarnya.

Dia juga berharap antara regulator dan operator melakukan diskusi proaktif yang berkelanjutan, dalam menumbuhkan maupun meningkatkan kewaspadaan, kesiapan, dan kesiapsiagaan para pemangku kepentingan sektor transportasi udara.

Terutama, pada dampak fenomena anomali cuaca dan iklim, dimana untuk selanjutnya diharapkan juga mampu menetapkan langkah-langkah mitigasi global yang efektif, sistematis dan komprehensif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami juga mengharapkan ini semua tidak hanya sebagai inisiasi kewaspadaan, kesiapan, dan kesiapsiagaan terhadap dampak perubahan iklim global," kata Novie.

"Namun secara berkelanjutan mampu merumuskan kerangka aturan maupun kebijakan mitigasi, untuk menjamin keselamatan operasi penerbangan dalam rangka mendukung upaya pemulihan dan ketahanan penerbangan sipil global," kata Novie
 

Pesawat salah satu maskapai penerbangan mengalami penundaan akibat kabut asap

Puluhan Penerbangan di Bandara Ambon Ditunda dan Dibatalkan Akibat Kabut Asap Karhutla

Sejumlah penerbangan di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Maluku, mengalami penundaan dan pembatalan sejak 8 hingga 12 Oktober 2026 akibat kabut asap karhutla.

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut