Hingga Kuartal III-2021 Laba PGN Mencapai US$2,25 Miliar
- ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Kondisi ini menunjukkan bahwa PGN masih dalam kondisi leverage yang baik dan performa keuangan yang sehat, sehingga jauh dari potensi rugi serta cukup terbuka ruang pendanaan eksternal untuk pengembangan perusahaan.
Begitu juga dengan saldo kas PGN per 30 September 2021 tercatat sebesar US$1,4 miliar AS yang dapat diproyeksikan untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang.
Dengan kinerja yang baik dan kendali PGN yang berada satu tingkat di bawah Pertamina, hal ini tidak pengaruhi kemampuan PGN dalam memenuhi kewajiban utang-utangnya, dan tidak akan mempengaruhi posisi keuangan Pertamina.
Secara grup, PGN juga mencetak volume upstream sebesar 6,46 MMBOE, regasification sebesar 88 BBTUD, LPG processing sebesar 101 TPD, dan oil transport sebesar 9.301 BOEPD.
Perseroan juga mampu meningkatkan pangsa pasar melalui penambahan jumlah pelanggan di berbagai sektor, sampai kuartal III-2021 telah melayani lebih dari 600 ribu pelanggan dengan cakupan jaringan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 10.760 kilometer.
Dengan kinerja upstream yang meningkat dan harga minyak yang terkoreksi, hal ini berdampak langsung terhadap kinerja Saka Energi afiliasi Subholding Gas.
"Berdasarkan laporan keuangan Saka Energi kuartal III 2021, saldo kas US$250,9 juta dan diproyeksikan dapat memenuhi kewajiban pembayaran utang yang akan jatuh tempo pada Mei 2024. Selain itu, kinerja keuangan SAKA Energi kuartal III juga juga memperlihatkan tren semakin membaik dengan membukukan EBITDA US$174 juta," tutup Rachmat. (Ant)