Resmikan Desa Devisa Rumput Laut di Sidoarjo, Ini Program LPEI

Budidaya Rumput Laut di Pulau Panggang
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank meresmikan Program Desa Devisa Rumput Laut pertama di Indonesia yang berada di Desa Kupang, Sidoarjo, Jawa Timur.

img_title Buntut 748 Santri Keracunan MBG, BGN Copot Kepala Dapur SPPG di Sidoarjo

Desa Kupang menghasilkan rumput laut, ikan bandeng dan udang. Unggulannya adalah rumput laut merah Gracilaria Sp yang bermanfaat sebagai pengental dan pembuatan gel untuk produksi agar-agar, kolagen, karagenan dan alginat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Desa ini adalah desa devisa ke-27 yang dibina dan diresmikan LPEI. Dengan demikian sudah 2.894 orang petani/penenun/pengrajin yang turut serta dalam Program Desa Devisa ini.

img_title Kepala BGN Ungkap Penyebab Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG

Direktur Pelaksana II LPEI Maqin U. Norhadi mengatakan, hasil produksi rata-rata rumput laut mencapai 10.113 ton per tahun atau 1,4 persen dari total produksi rumput laut di Jawa Timur.

Budidaya Rumput Laut di Pulau Panggang

Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

img_title Buntut Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Pemprov Jatim Bakal Panggil Seluruh Pengelola SPPG

“LPEI menyiapkan program yang terintegrasi dan  terpadu untuk membangun dan meningkatkan kapasitas (capacity building) para petani rumput laut," katanya dikutip dari keterangan resmi, Selasa, 21 November 2021.

Bentuk pelatihan dan pendampingan yang diberikan LPEI antara lain berupa  manajemen koperasi, teknik budidaya dan pengolahan, pemasaran, perluasan akses pasar, perijinan ekspor, sertifikasi, dan penyusunan laporan keuangan.

Dengan menghasilkan produk berstandar ekspor diharapkan akan memiliki nilai tambah bagi para petani rumput laut di Desa Kupang dan akhirnya meningkatan kesejahteraan serta ekonomi masyarakat.

Dia juga menuturkan, pada 2020 hasil produksi dari anggota koperasi di Desa Kupang ini mencapai 4.800 ton atau rata-rata produksi dari setiap anggota koperasi mencapai 6,8 ton per tahunnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan mengikuti Program Desa Devisa LPEI, sebanyak 59 petani rumput laut yang saat ini telah menjadi anggota Koperasi Sumber Mulyo 5758 Desa Kupang, akan mampu meningkatkan produksi dan siap menjadi eksportir rumput laut secara mandiri dalam satu tahun mendatang," ujarnya.

Ekspor rumput laut bahan baku plastik non-fosil

Sokong Rantai Pasok Global, Rumput Laut Indonesia Bisa Gantikan Plastik Berbasis Fosil

Sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia Indonesia punya peran penting untuk menggantikan plastik berbasis fosil dengan material yang terbuat dari rumput laut

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut