Intip Proyeksi Kinerja Emiten Menara Anak Usaha Telkom pada 2022

Menara telekomunikasi Mitratel.
Sumber :
  • Dokumentasi Mitratel.

VIVA – Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel telah melantai di pasar modal pada November lalu. Kinerja sahammnya pun  diperkirakan akan prospektif tahun depan ke depan. 

img_title Aturan Laporan Keberlanjutan Baru Berlaku 2027, Emiten Mulai Dikejar Waktu

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis menjelaskan, kinerja emiten menara itu berpotensi tumbuh makin pesat seiring dengan cakupannya yang luas di luar Pulau Jawa, Serta kemitraannya yang erat dengan Telkomsel. Dua faktor itu akan menjadi kekuatan Mitratel untuk mencetak pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia memproyeksikan pendapatan Mitratel tahun ini bisa mencapai Rp6,8 triliun atau tumbuh 10 persen dari tahun 2020. Sedangkan net profit diperkirakan akan melesat  116,4 persen year on year (YoY) ke Rp 1,3 triliun.

img_title Penjualan VKTR Tumbuh 56% pada Semester I 2026, e-MaaS Disiapkan sebagai Enabler Adopsi EV

"Tahun depan, revenue dan laba bersih perseroan ditaksir akan mencapai Rp7,8 triliun dan Rp1,78 triliun," ungkapnya.

Seperti diketahui Mitratel saat ini tercatat punya lebih dari 28.030 unit menara telekomunikasi. Dengan 42.016 penyewaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 57 persen dari total menara tersebut terletak di luar pulau Jawa. 

img_title Intip Valuasi Saham TUGU yang Sudah Naik 34 Persen Tahun Ini

"Mungkin sebelumnya, captive market Mitratel di luar Pulau Jawa hanya Telkomsel karena  10 tahun lalu wilayah ini belum menarik bagi operator lainnya. Tetapi sejak 2018, XL sudah mengumumkan mulai ekspansi ke luar Jawa. Sehingga Mitratel akan semakin menarik karena rasio kolokasinya akan naik ke depan," jelas Niko di Jakarta, Kamis, 23 Desember 2021.

Hingga kuartal III-2021, Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan Mitratel akan tumbuh sekitar 2-3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Proyeksi ini didasarkan pada laporan Telkom Group yang mencatatkan peningkatan pendapatan menara dari eksternal sebesar dua digit secara tahunan dan naik sekitar 2 persen dibanding kuartal II. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Niko, pertumbuhan pastinya kemungkinan bisa lebih tinggi karena belum ada data pendapatan Mitratel yang bersumber dari Telkomsel. 

Perkiraannya, revenue yang didapat dari Telkomsel akan naik lebih besar lagi karena pendapatan dua kompetitor terbesarnya yakni Tower Bersama dan Sarana Nusantara Infrastruktur yang bersumber dari Telkomsel tidak naik signifikan. Sedangkan laba bersihnya diperkirakan bisa tumbuh lebih tinggi yakni sekitar 5 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut