Pekan Terakhir 2021, Rupiah Mampu Sentuh Rp14.100 per Dolar AS?

Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin, 27 Desember 2021. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.190 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

img_title AS-Iran Memanas, Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Di pasar spot, pada pukul 09.17 WIB, rupiah ditransaksikan di level Rp14.199 per dolar AS. Menguat tipis  0,02 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.196 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia akhir pekan lalu di level Rp14.219 per dolar AS, Menguat dari nilai tengah hari sebelumnya di level Rp14.251 per dolar AS.

img_title Rupiah Kembali Melemah ke Rp17.915 per Dolar AS Hari Ini 1 Oktober 2026, Dekati Rp18.000 Lagi

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan, pergerakan ini cenderung menandakan nilai tukar rupiah masih stabil, melanjutkan tren pekan lalu.

"Kami memperkirakan perkembangan sepanjang pekan terakhir di tahun 2021 ini akan tetap stabil pada rentang 14.100 dan 14.300," katanya dikutip dari Tinjauan Ekonomi dan Pasar Harian Bank Mandiri.

img_title Kemarin Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Rupiah Hari Ini Mulai Bangkit

Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta

Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Stabilnya pergerakan rupiah di kisaran bawah Rp14.200 ini menurutnya dipicu kondisi ekonomi Indonesia yang cenderung membaik. Ditopang pergerakan aktivitas sosial dan konsumsi masyarakat.

"Seiring kondisi ekonomi yang cenderung membaik, terlihat dari aktivitas sosial dan belanja masyarakat yang terus mengalami kenaikan," paparnya.

Di sisi lain, dia melanjutkan, Bank Sentral AS The Federal Reserve juga masih mengeluarkan stimulus sebesar US$105 miliar pada Desember 2021 yang menyebabkan masih tingginya likuiditas di pasar keuangan.

"Dan kemungkinan masih akan tetap mengeluarkan stimulus, meski mulai dikurangi secara signifikan pada bulan Januari 2022," tuturnya.

Mulai tahun depan, diperkirakan stimulus tersebut baru dikurangi menjadi sebesar US$60 miliar sehingga likuiditas sementara ini diperkirakan masih tetap longgar, dan kebijakan masih tetap akomodatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan berbagai perkembangan tersebut, Tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang hari ini masih akan bergerak di kisaran level Rp14.176-14.245 per dolar AS.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Perkasa ke Rp17.882, Pasar Mulai Pangkas Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed

Rupiah sore hari ini menguat ke Rp17.882 per dolar AS setelah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turun menyusul data inflasi AS yang lebih rendah.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut