Serikat Pekerja dan Direksi Pertamina Damai, Gaji Naik April 2022

Kemnaker mediasi perjanjian bersama Direksi dan Serikat Pekerja Pertamina.
Sumber :
  • Dokumentasi Kemenaker.

VIVA – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) melakukan mediasi dengan Direksi Pertamina. Telah dihasilkan tiga poin kesepakatan bersama yang membuat pemberitahuan mogok kerja 10 hari batal digelar.

img_title Dari Dapur Warga untuk Energi Berkelanjutan: Pertamina dan Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Kesepakatan pertama berisi pernyataan bahwa kedua belah pihak sepakat memperbaiki kualitas komunikasi dan dialog ke arah yang lebih konstruktif serta produktif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesepakatan kedua adanya perjanjian penyesuaian gaji karena sejak tahun 2020 seluruh pekerja Pertamina tidak mendapatkan kenaikan gaji. Kementerian Ketenagakerjaan akan memfasilitasi dan memonitor pelaksanaan terkait kesepakatan penyesuaian gaji tersebut.

img_title Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE, Dari Air untuk Sawah hingga Energi Mandiri

“Penyesuaian gaji 2021 dan 2022 akan diwujudkan dan diimplementasikan kepada seluruh pekerja Pertamina pada April tahun depan,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri seperti dilansir dari Antara, Rabu 29 Desember 2021.

Kementerian Ketenagakerjaan melakukan mediasi antara Direksi Pertamina dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) di Jakarta, Selasa 28 November 2021.

Photo :
  • Antara/HO-Kementerian Ketenagakerjaan

img_title Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan BBM dan LPG, Siapkan Ratusan Infrastruktur Distribusi

Kesepakatan ketiga berupa pemberian kebebasan kepada FSPPB dalam mengekspresikan keinginan mereka dengan tetap mengacu kepada Perjanjian Kerja Bersama. FSPBB pun telah mencabut surat pemberitahuan mogok kerja nasional yang sempat mereka layangkan pada 17 Desember 2021.

Pencabutan surat pemberitahuan mogok kerja itu seiring telah dilaksanakannya tahapan-tahapan komunikasi dan audiensi antara Direksi Pertamina dengan FSPPB yang menghasilkan kesepakatan bersama.

"Tertanggal 28 Desember 2021 dengan disaksikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, dengan ini disampaikan bahwa FSPPB menyampaikan pencabutan surat Nomor 113/FSPPB/XII/2021-TH tanggal 17 Desember 2021 perihal pemberitahuan mogok kerja," demikian pernyataan yang tertuang dalam surat pencabutan mogok kerja tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, FSPPB berencana melakukan aksi mogok kerja selama 10 hari terhitung mulai 29 Desember 2021 sampai 7 Januari 2022. Alasan mogok kerja itu karena serikat pekerja menilai perseroan gagal membangun hubungan harmonis dengan para pekerja. (Ant)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo

Pramono Bakal Bayar Gaji PJLP yang Sempat Terlambat: November Sudah Bisa Diterima

Gubernur Pramono memastikan pembayaran gaji Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) segera diproses dan ditargetkan dapat diterima pada awal November 2026.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut