Anak Usaha Bumi Resources Bangun TPST Eco Waste di Sangatta

TPS Terpadu Eco-Waste di Sangatta.
Sumber :
  • Dokumentasi BUMI.

VIVA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC) membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dengan Konsep Eco Waste, melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

img_title Perluas Pasar Gas Bumi, PGN Beberkan Strategi Komersial Dongkrak Permintaan Berkelanjutan

TPST yang diberi nama TPST Prima Sangatta Eco Waste, dijelaskan Presiden Direktur Bumi Resources Tbk, Adika Nuraga Bakrie, menggunakan mesin karya anak bangsa, Thermal Hydro Drive.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami merasa berbahagia dapat berkontribusi lebih nyata untuk Kota Sangatta," kata Adika dalam keterangan tertulis, Senin, 7 Februari 2022.

img_title BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami

Kolaborasi antara KPC dan Pemkab Kutai Timur diakui Adika akan terus berkelanjutan. Hal ini memberikan bukti tambahan bahwa grup BUMI berkomitmen untuk menerapkan kaidah terbaik dalam bidang lingkungan.

"Terutama membantu Pemerintah dan masyarakat Kutai Timur dalam mengatasi sampah," ujarnya.

img_title BNPB: Total Korban Jiwa Gempa Bumi M 7,7 Capai 47 Orang hingga Sabtu Malam

Acara serah terima TPST dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2022 lalu, dan dihadiri oleh Bupati Kutai Timur, Drs H Ardiansyah Sulaimana, Wakil Bupati Kutai Timur, dr Kasmidi Bulang, serta Manajemen KPC.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur, Drs H Ardiansyah Sulaiman menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPC atas pembangunan TPST itu. Ardiansyah meyakini, dengan adanya TPST itu, bisa meningkatkan pencapaian sertifikat Adipura yang sudah diraih sebelumnya.

Batu Bara dari site BUMI, PT Kaltim Prima Coal, Sangatta, Kalimantan Timur.

Photo :
  • Dok. BUMI

"Saya sangat berterima kasih atas kontribusinya. Ini sangat luar biasa. Untuk KPC, terus berkarya untuk Kutai Timur lebih baik. Semoga sertifikat Adipura yang telah kita terima bisa meningkat statusnya ke lebih lebih tinggi lagi," ujar Ardiansyah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, boiler mesin menggunakan boiler temperature 600 derajat celcius-1.200 derajat celcius dengan Electrical Power 42 KVa, Water Requirement 3-5 M3/hari dan smoke system filter Cyclone, Wet Scrubber dan beroperasi dengan kapasitas 50 ton per hari. Hasil akhir berupa abu/bottom ash yang merupakan bahan pengganti pasir untuk pembuatan batako dan paving block.

TPST dibangun di atas lahan 1800 meter persegi dengan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) KPC senilai Rp16,9 miliar, yang meliputi mesin Rp13,5 miliar, bangunan Rp1,9 miliar, pendampingan selama satu tahun serta penunjang lainya Rp1,5 miliar, dan berlokasi di belakang Pasar Induk Sangatta (PIS), Teluk Lingga, Kota Sangatta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut