Laba Bersih BTN 2021 Naik 48,3 Persen, NPL Turun
- Dokumentasi BTN.
Sementara itu, Haru memaparkan, total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BTN sepanjang 2021 mencapai Rp295,98 triliun. Atau naik 6,03 persen dibandingkan perolehan di 2020 yang sebesar Rp279,14 triliun.
Dari jumlah DPK tersebut komposisi dana murah mengalami kenaikan 319 bps dari 41,11 persen menjadi 44,3 persen. Kenaikan komposisi dana murah ini membuat cost of fund BTN hingga 2021 mengalami penurunan signifikan sebanyak 166 bps menjadi 3,13 persen dari sebelumnya 4,79 persen.
“Hal ini menunjukkan keberhasilan Bank BTN dalam meningkatkan porsi dana murah,” tegas Haru.
Haru menjelaskan, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 92,86 persen, membaik dari posisi tahun lalu di 93,19 persen. Angka ini lebih baik dari LDR perseroan tahun 2018 dan 2019 yang masing-masing sebesar 103,49 persen dan 113,5 persen.
“LDR tahun 2021 ini merupakan LDR terendah sepanjang lima tahun terakhir,” paparnya.
Haru menegaskan, likuiditas BTN yang sangat kuat juga dapat dilihat dari Loan Coverage Ratio (LCR) berada di angka 283,16 persen. Atau terus meningkat dari periode tahun sebelumnya yakni 256,32 persen (2020), 136,31 persen (2019) dan 108,99 persen (2018).
“Peningkatan LCR menunjukkan semakin baiknya kondisi ketahanan likuiditas BTN dan jauh berada di atas ketentuan regulator yang sebesar 100 persen,” kata Haru.
Sementara itu, meski NPL mengalami penurunan, Bank BTN tetap menyiapkan pencadangan dana yang lebih besar. Hal ini terbukti dari Coverage Ratio pada tahun 2021 yang mencapai 141,82 persen jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 115,02 persen.
Dia menegaskan, kinerja positif BTN saat ini juga menandakan keberhasilan transformasi yang dilakukan manajemen seperti sentralisasi proses kredit dan digitalisasi. Transformasi tersebut, menjadi mesin yang cukup kuat untuk memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi sehingga mendorong pertumbuhan bisnis.
Direktur Utama Bank BTN, Haru Koemahargyo.
- Dokumentasi BTN.
“Kinerja positif yang diraih BTN ini tidak terlepas dari dukungan semua stakeholder terutama Pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, dan Kementerian Keuangan serta OJK dan BI yang kebijakannya selama ini mendukung pertumbuhan industri perbankan dan sektor properti,” tegas Haru.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis konvensional, laba bersih Unit Usaha Syariah (UUS) BTN juga tumbuh positif hingga tahun 2021. Laba bersih UUS BTN tersebut tercatat melonjak di level 37,33 persen yoy dari Rp134,86 miliar tahun 2020 menjadi Rp185,20 miliar pada tahun 2021.