Jadi Bagian Holding BUMN, Balai Pustaka Harus Transformasi Bisnis

Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty.
Sumber :

VIVA – PT Balai Pustaka (Persero) ditegaskan harus melakukan transformasi bisnis jika ingin tetap bertahan di era digital ini. BUMN ini didorong untuk mengikuti kebiasaan baru pembacanya, dan mengembangkan pendapatan baru melalui pengembangan model bisnis dan komunitas.

img_title Mau Bisnis Makin Besar dan Cuan Terus Mengalir? Ini 3 Hal yang Tak Boleh Terlewat!

Hal itu disampaikan Evita menanggapi upaya membentuk holding Danareksa atau pengelola BUMN lintas sektoral dengan 10 perusahaan anggota holding. Termasuk di dalamnya PT Balai Pustaka

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Balai Pustaka harus berubah atau bertransformasi menjadi Balai Pustaka modern yang beradaptasi dengan digital total dengan pendekatan-pendekatan baru. Kalau tidak maka tidak ada gunanya direstrukturisasi,” kata anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Evita Nursanty, MSc di Jakarta, dikutip, Selasa, 15 Februari 2022.

img_title Tak Hanya Perdagangan Digital, Bisnis Perjalanan Ikut Mengerek Kinerja Emiten E-Commerce

Menurut Evita, selama dua dekade terakhir bisnis tradisional percetakan telah menurun sangat tajam. Balai Pustaka harus menciptakan bisnis digitalnya secara total melalui lisensi digital, kemitraan dan lainnya. 

Menurutnya, saat ini hampir semua penerbit besar mengembangkan versi digital, mengikuti kebiasaan baru pembacanya. Lalu, mengatur semuanya lebih efisien mulai dari pembuatan konten, manajemen, distribusi dan proses alur kerja publikasi.

img_title 10 Inovasi Perempuan Indonesia Bersiap Menarik Investor Global, Ini Sektor yang Digarap

Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty.

Photo :

Dia menegaskan, Balai Pustaka diharapkan tidak sekadar mengubah model bisnis tradisionalnya menjadi digital. Melainkan bagaimana mereka kemudian mendorong pembacanya untuk berpartisipasi dalam proses transformasi itu, antara lain dengan membangun komunitasnya, dan menjangkau lebih banyak pembacanya dan memberikan pendapatan baru bagi Balai Pustaka.

“Balai Pustaka memiliki kekuatan sejarah dan potensi buku-buku, majalah dan dokumen penting karya para tokoh, penulis atau sastrawan besar di Indonesia. Balai Pustaka berperan penting dalam membangun karakter bangsa, membangun kecerdasan bangsa, termasuk melahirkan budaya membaca digital,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Evita mengakui sudah ada upaya untuk membuat konten dalam bentuk digital baik itu e-book, e-library dan lainnya, tapi belum menjadi sebuah model bisnis kecuali masih terbatas dan tidak komprehensif. 

“Siapa sekarang yang kita lihat menenteng-nenteng buku cetak, tapi sudah buku digital yang bisa dibaca di laptop, smartphone, tab dan lainnya. Kita mau yang mereka baca digital itu adalah buku-buku digital terbitan Balai Pustaka, entah saat di jalan, saat liburan atau dimana pun,” sambung Evita lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut