Ekonomi Global Berangsur Pulih, BI Ungkap Strategi Hadapi Risikonya

Gubernur BI Perry Warjiyo
Sumber :
  • Zoom meeting

5 Kebijakan yang Perlu Dikalibrasi

img_title FESyar Regional Jawa 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Syariah, BI Dorong UMKM hingga Pesantren Naik Kelas

BI dalam hal ini melakukan lima kebijakan yang perlu dikalibrasi yaitu, kebijakan moneter, makro prudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar, dan inklusi ekonomi keuangan. Pada normalisasi kebijakan moneter, BI melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan bekerja sama dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Agar kenaikan US treasury yield dampaknya tetap mendukung stabilitas sistem keuangan Indonesia. Tentu saja menjaga perbedaan yield antara SBN dengan US treasury dan juga tetap menjaga stabilitas nilai tukar,” jelas Perry.

img_title Transaksi QRIS Antarnegara Capai Rp6,2 Triliun, Inbound Tembus 3 Kali Lipat dari Outbound

Pada likuiditas BI juga akan mengurangi secara bertahap, dengan melakukan quantitative easing yang sangat besar 5,6 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dalam dua tahun terakhir. BI juga mulai menaikkan giro wajib minimum secara bertahap.

“Kami juga akan mulai menaikkan giro wajib minimum secara bertahap pada bulan Maret, Juni dan September ini dan kembali seperti sebelum COVID. Tapi dengan tetap memastikan Bank mampu menyalurkan kredit dan juga membeli SBN,” ujarnya.

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.924, Ekonom Sebut Upaya Destry Jaga BI Rate Hanya Jeda Sementara

Ilustrasi Inflasi

BI Sebut Inflasi pada Oktober 2026 Terjaga Baik, Ini Faktor Penyebabnya

BI menilai inflasi pada Oktober 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran, karena merupakan hasil penguatan sinergi antara bank sentral bersama pemerintah.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut