Ekonomi Global Berangsur Pulih, BI Ungkap Strategi Hadapi Risikonya
- Zoom meeting
5 Kebijakan yang Perlu Dikalibrasi
BI dalam hal ini melakukan lima kebijakan yang perlu dikalibrasi yaitu, kebijakan moneter, makro prudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar, dan inklusi ekonomi keuangan. Pada normalisasi kebijakan moneter, BI melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan bekerja sama dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan.
“Agar kenaikan US treasury yield dampaknya tetap mendukung stabilitas sistem keuangan Indonesia. Tentu saja menjaga perbedaan yield antara SBN dengan US treasury dan juga tetap menjaga stabilitas nilai tukar,” jelas Perry.
Pada likuiditas BI juga akan mengurangi secara bertahap, dengan melakukan quantitative easing yang sangat besar 5,6 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dalam dua tahun terakhir. BI juga mulai menaikkan giro wajib minimum secara bertahap.
“Kami juga akan mulai menaikkan giro wajib minimum secara bertahap pada bulan Maret, Juni dan September ini dan kembali seperti sebelum COVID. Tapi dengan tetap memastikan Bank mampu menyalurkan kredit dan juga membeli SBN,” ujarnya.