Startup DELOS Dapat Suntikan Dana USD 8 Juta
- Istimewa
VIVA – Startup teknologi akuakultur asal Indonesia DELOS kasih kabar mengejutkan. Mereka mengumumkan tambahan pendanaan tahap awal (Seed Extension Round) senilai USD 8 Juta (sekitar 114 miliar rupiah) yang dipimpin oleh Centauri Fund, sebuah perusahaan permodalan ventura kerjasama MDI Ventures dan KB Investment Co., Ltd. dan Alpha JWC Ventures, salah satu perusahaan modal ventura terkemuka di Asia Tenggara.
Pendanaan ini juga diikuti beberapa investor lain, seperti Number Capital, Arise, iSeed SEA, Irvan Kolonas, Alto Partners Multi-Family Office, Mahanusa Capital, Founder Kopi Kenangan James Prananto, dan sejumlah investor lainnya.
Dengan suntikan pendanaan dari Seed Extension Round ini, DELOS akan melanjutkan dan memperluas pendampingan dan penanganan klien tambak udang serta melanjutkan pengembangan produknya, AquaHero, AquaLink, dan AquaBank, untuk memacu pertumbuhan industri akuakultur dan memulai “Revolusi Biru” di Indonesia.
Foto udara kawasan mangrove nipah yang sudah berubah menjadi tambak udang, di Ulakan, Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu, 20 April 2019.
- ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
“Indonesia adalah eksportir udang terbesar ketiga di dunia. Namun industri ini masih terfragmentasi, dan terus terhambat oleh sistem pengelolaan yang tidak optimal dan ketinggalan zaman sehingga kualitas hasil panen tambak udang Indonesia selalu berada di bawah standar global," ucap Partner Alpha JWC Ventures, Eko Kurniadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 Maret 2022.
Dia menambahkan, DELOS mampu memberikan solusi berbasis data untuk masalah sehari-hari yang dihadapi petambak udang, dan sejauh ini DELOS telah terbukti berhasil mengoptimalisasikan pengelolaan dan meningkatkan daya guna tambak.
"Dengan memanfaatkan keahlian dan jaringan para pendiri DELOS, kami percaya perusahaan ini akan menjadi salah satu pemimpin Revolusi Biru di Indonesia," kata dia.
Managing Partner Centauri Fund, Kenneth Li pun mempercayai hal tersebut. Dia menjelaskan, agrikultur merupakan salah satu industri akar rumput yang menyumbang paling banyak untuk GDP Indonesia, sekaligus menjadi kontributor terbesar dari industri perikanan.
"Ini dikarenakan harga jual udang yang tinggi di pasar luar negeri, walaupun biaya operasional dan risiko panen tinggi. Perubahan kecil dalam kualitas air atau pakan dapat berdampak besar pada hasil panen. DELOS, yang mampu menghasilkan produktivitas panen 2-3 kali rata-rata industri, dapat memberikan solusi kepada tantangan tersebut dengan mengimplementasikan sistem pengelolaan tambak modern dan solusi rantai pasokan untuk meningkatkan produktivitas," kata Kenneth.