Gandeng IsDB dan Malaysia, RI Pacu Digitalisasi Industri Halal

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya/Tangkapan layar

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) berkomitmen mendorong kerja sama internasional melalui 'Reverse Linkage' di bidang industri halal.

img_title Pikap Terguling Dihantam Mobilio di Depan Kedubes Malaysia, 1 Tewas dan Penumpang Lain Kritis

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menegaskan, Indonesia harus berperan penting dalam pasar halal global, mengingat posisinya sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Diperlukan perbaikan iklim yang mendukung pengelolaan sistem halal dari dalam, termasuk melalui digitalisasi," kata Suharso dalam telekonferensi, Senin 28 Maret 2022.

img_title Respons Menohok Wamenkes hingga Airlangga soal Rp200 T Lari ke Luar Negeri buat Berobat

Ilustrasi industri halal.

Photo :
  • Cosmetics design asia

Guna mengimplementasikan hal tersebut, hari ini Bappenas bersama Universitas Brawijaya, Islamic Development Bank (IsDB), dan Serunai Commerce Malaysia, meluncurkan kerja sama Reverse Linkage 'Digital Halal Ecosystem Development'.

img_title Anggota Parlemen Malaysia Pakai Bahasa Jawa Soroti Karhutla di Indonesia

Langkah tersebut searah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yakni memperkuat kerja sama pembangunan internasional. Misalnya meliputi perdagangan dan investasi, dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk partisipasi sektor swasta. 

Suharso menjelaskan, di Indonesia sendiri pengembangan industri produk halal menjadi salah satu strategi peningkatan nilai tambah ekonomi, penyerapan tenaga kerja, investasi, dan industrialisasi. "Sebagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam, Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 1,8 miliar, harus mengoptimalkan peluang di pasar halal," ujar Suharso.

Selain di industri halal, lanjut Suharso, program Reverse Linkage juga telah mendukung pembangunan di Indonesia dengan meningkatkan kapasitas pusat sumber daya melalui berbagi pengetahuan hingga berdampak untuk kerja sama ekonomi.

"Beberapa praktik terbaik ditunjukkan dalam kerja sama inseminasi buatan sapi, ekspor 42.750 dosis semen beku untuk sapi ke Kirgiztan dan delapan negara lainnya, serta pengembangan vaksin halal dengan Maroko, Tunisia, dan Senegal," ujarnya.

Diketahui, Reverse Linkage adalah kerja sama pembangunan antar negara anggota IsDB yang memiliki kemampuan dalam menyediakan keahlian teruji, pengetahuan, teknologi, dan best practices yang berorientasi pada hasil untuk akselerasi pembangunan ekonomi dan sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reverse Linkage juga mendorong keterlibatan sektor swasta dengan pendekatan kemitraan multi-stakeholders untuk mencapai Agenda 2030, sejalan dengan Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sesuai amanat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals.

Anindya Bakrie menegaskan pentingnya menjaga hubungan perdagangan dan investasi ASEAN di tengah persoalan karhutla.

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie Optimistis Hubungan Dagang RI dan Negara ASEAN Tetap Terjaga

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie tegaskan pentingnya menjaga perdagangan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura di tengah persoalan karhutla dan kabut asap lintas batas.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut