Pemerintah Perlu Ubah Cara Subsidi Agar Elpiji 3 Kg Tidak Ikut Langka

Ilustrasi Tabung Gas Elpiji 3 Kg.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Saat ini di sejumlah daerah di tanah air terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi. Lantas, bagaimana dengan elpiji 3 kilogram yang juga disubsidi pemerintah?

img_title Hasto Ungkap Marhaenisme Relevan untuk Gen Z, Soroti Pendidikan Anak Miskin hingga Subsidi Tepat Sasaran

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan memperkirakan, elpiji 3 kilogram mungkin juga akan terjadi kelangkaan. Hal itu disebut terjadi mendekati bulan suci Ramadhan beserta hari raya Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya kira LPG 3 kg pun pastinya akan kemungkinan terjadinya kelangkaan itu ada ya. Dalam tanda kutip mendekati bulan suci Ramadhan, mau Idul Fitri kebutuhan LPG ini pasti akan mengalami peningkatan,” ujar Mamit saat dihubungi VIVA, Selasa 29 Maret 2022.

img_title Berawal dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Penimbunan 3,3 Ton Solar Subsidi di Bengkulu, 4 Orang Diamankan

Pedagang Elpiji. (ilustrasi)

Photo :
  • Teguh Joko Sutrisno/ VIVA.

Selain mendekati Ramadhan dan Hari Raya, kelangkaan elpiji subsidi ini disebut juga datang dari disparitas harga antara non subsidi dengan elpiji subsidi. Dengan disparitas harga itu, banyak masyarakat yang sebelumnya menggunakan gas non subsidi beralih ke elpiji subsidi.

img_title Harga Minyak Dunia Tembus US$92 per Barel, Bahlil Pastikan BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir 2026

“Yang terjadi akhir-akhir ini kemarin banyak masyarakat yang beralih menggunakan LPG non subsidi, padahal tidak seharusnya mereka menggunakan LPG subsidi tersebut,” tegasnya.

Mamit menilai, dengan hal yang terjadi pemerintah perlu menyiasatinya dengan menyalurkan subsidi LPG secara tepat sasaran. Menggunakan mekanisme tertutup.

“Di mana LPG ini diperuntukkan bagi orang-orang yang terdaftar sebagai orang-orang yang tidak mampu, dan berhak menggunakan subsidi. Data-data yang ada sekarang seharusnya bisa di-update oleh Kementerian Sosial sehingga nanti program LPG tertutup ini bisa dilakukan secara optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.

Dia menyarankan agar pemerintah menggunakan Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Sejahtera dalam pelaksanaan subsidi LPG. Agar subsidi tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Enggak perlu lah pakai biometrik-biometrik saya kira terlalu ribet. Tetapi dengan pendataan yang tepat saya kira ini bisa dilakukan,” terangnya.

Ilustrasi mobil tangki BBM

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pasokan BBM dan LPG, Siapkan Ratusan Infrastruktur Distribusi

PT Pertamina Patra Niaga memperkuat strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Sejumlah langkah pun telah disiapkan.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut