Ini Sederet Bantuan Pemerintah Hadapi Kenaikan Harga dan Inflasi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bahas BLT.
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Situasi geopolitik di Rusia dan Ukraina turut berpengaruh terhadap Indonesia dalam bentuk kenaikan harga sejumlah komoditas, utamanya pangan dan energi, serta kenaikan inflasi. Karena hal itu, pemerintah akan terus menyiapkan berbagai program perlindungan sosial untuk masyarakat.

img_title Dua Tahun Pemerintahannya, Prabowo: Harga Pupuk Berhasil Kita Turunkan 20 Persen

Airlangga menyebut program perlindungan sosial perlu terus disiapkan agar rakyat tidak menanggung seluruh beban akibat kenaikan harga tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia ada dua akibat. Satu terkait dengan penerimaan ekspor tentu akan ada kenaikan tetapi juga ada transmisi di dalam negeri yang tidak bisa seluruhnya ditransmisikan ke masyarakat. Oleh karena itu, tadi arahan Bapak Presiden bahwa perlindungan sosial perlu terus dipertebal," kata Airlangga dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 5 April 2022.

img_title Inflasi RI Naik jadi 3,28%, Mendagri Tito Minta Pemda Perkuat Pengendalian: Jangan Sampai Tembus 3,5%

Baca juga: Viral, Surat Ali Ngabalin Minta Rp800 Juta ke Wali Kota Cirebon

Airlangga menambahkan, berbagai program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah antara lain Kartu Sembako bagi 18,8 juta penerima, Program Keluarga Harapan dengan tambahan 2 juta penerima. 

img_title Harga Minyak Dunia Anjlok, Rusia Siap Banjiri Pasar dengan Pasokan Diesel

Selain itu, pemerintah juga memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng yang besarnya Rp300.000 untuk 3 bulan atau Rp100.000 per bulan.

"Diharapkan dalam bulan Ramadhan ini bisa diberikan. Kemudian juga program BLT Dana Desa untuk terus dilanjutkan," ujarnya.

Di samping itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan dalam bentuk program baru yaitu Bantuan Subsidi Upah untuk mereka dengan gaji di bawah Rp3,5 juta. Bantuan sebesar Rp1 juta per penerima tersebut akan menyasar 8,8 juta pekerja dengan kebutuhan anggaran Rp8,8 triliun.

Presiden Jokowi memberikan BLT ke pedagang pasar di Kupang, NTT

Photo :
  • Setkab

"Tadi juga ada usulan dari banpres untuk usaha mikro yang nanti akan juga diagendakan besarannya Rp600.000 per penerima, ini sama dengan PKLW (pedagang kaki lima dan warung) dan sasarannya 12 jutaan (penerima)," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Airlangga menyebut bahwa dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo hari ini, kepala negara meminta jajarannya untuk memperhatikan kenaikan harga pupuk.

Untuk pupuk subsidi, pemerintah akan membatasinya pada pupuk urea dan NPK dan Presiden berharap subsidi tersebut dapat tepat sasaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut