Kinerja Penjualan Eceran Naik, Ini Daftar Kelompok Barangnya

Logo Bank Indonesia.
Sumber :
  • VivaNews/ Nur Farida

VIVA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada Maret 2022 meningkat. Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menjelaskan, hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2022 sebesar 204,0.

img_title IHSG Sore Ini Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439

"Atau secara bulanan tumbuh 2,0 persen secara month-to-month (mtm), lebih tinggi dibandingkan -4,5 persen (mtm) pada bulan sebelumnya," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Senin, 11 April 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi pedagang pakaian bekas.

Photo :
  • VIVA/Aceng Mukaram (Pontianak)

img_title ISEF 2026 Perkuat Ekonomi Syariah, BI Catat Transaksi Rp3,16 Triliun

Erwin merinci, peningkatan kinerja penjualan eceran itu terjadi pada sebagian besar kelompok, utamanya Kelompok Sandang, Suku Cadang dan Aksesori, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Makanan, Minuman dan Tembakau.

"Sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat saat pelonggaran PPKM, kasus Covid-19 yang melandai, serta dimulainya persiapan bulan Ramadan," ujarnya.

img_title Cadangan Devisa RI Turun US$200 Juta, BI Ungkap Penyebabnya

Secara tahunan, penjualan eceran Maret 2022 diprakirakan tetap tumbuh, yaitu sebesar 8,6 persen secara year-on-year (yoy), atau lebih rendah dari 12,9 persen (yoy) pada Februari 2022. Kelompok yang tercatat tetap tumbuh tinggi antara lain Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Makanan, Minuman dan Tembakau.

Pada periode sebelumnya (Februari 2022), hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) mengindikasikan kinerja penjualan eceran tetap kuat. Hal tersebut tercermin dari IPR Februari 2022 yang tercatat sebesar 200,0, atau tetap tumbuh kuat sebesar 12,9 persen (yoy). Meskipun tidak setinggi pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 15,2 persen (yoy).

Kelompok yang tercatat tetap tumbuh kuat antara lain Makanan, Minuman dan Tembakau, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Secara bulanan, kinerja penjualan eceran tercatat turun -4,5 persen (mtm), dari -3,1 persen (mtm) pada bulan sebelumnya. "Penurunan terjadi pada mayoritas kelompok komoditas, terutama pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," jaya Erwin.

Dari sisi harga, lanjut Erwin, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Mei dan Agustus 2022 akan meningkat. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2022 diprakirakan mencapai 141,3, lebih tinggi dibandingkan 139,1.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sejalan dengan pola historis kenaikan harga saat HBKN Idul Fitri. IEH Agustus juga diprakirakan meningkat menjadi 132,4 dari 129,8," ujarnya.

Rupiah melemah terhadap dolar AS (foto ilustrasi)

Dolar AS Nyaris Tembus Rp18.200, BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Makin Tertekan

Rupiah melemah 1,15 persen secara bulanan dan kurs JISDOR mencapai Rp18.183 per dolar AS. BI menyebut konflik Timur Tengah hingga sentimen MSCI menekan rupiah.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut