Empat Langkah Kementerian ESDM Percepat Pengembangan PLTP

PLTP Lahendong Unit V dan VI di Minahasa, Sulawesi Utara.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

VIVA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia.

img_title Pertamina Mandalika Racing Series, Bangun Ekosistem Motorsport Nasional Menuju Panggung Dunia

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian ESDM, Harris menjelaskan, sampai tahun 2030 pemerintah akan membangun PLTP dengan kapasitas sebesar 3.355 Megawatt (MW) untuk memenuhi target bauran energi baru terbarukan (EBT).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hal itu tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030," kata Harris dalam keterangan tertulis, Selasa 12 April 2022.

img_title Road to Pertamina Eco RunFest 2026: Mengajak Masyarakat Wujudkan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Ilustrasi/Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Photo :
  • ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

Harris menjelaskan sejumlah langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah, untuk memenuhi target tersebut.

img_title Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026, Bukti Kinerja Pertamina di antara Perusahaan Tanah Air

Pertama, pemerintah akan melakukan pengeboran (government drilling), untuk mengurangi risiko para pengembang sekaligus untuk menurunkan harga jual listrik panas bumi. Sampai 2024, pemerintah akan melakukan pengeboran di 20 wilayah kerja panas bumi untuk rencana pengembangan sebesar 683 MW.

Kedua, pemanfaatan dana Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi (PISP) dan Geothermal Resources Risk Mitigation (GREM) untuk pendanaan pengembangan panas bumi.

Ketiga, sinergi antar-BUMN, dimana setidaknya selama ini ada tiga BUMN yang bergerak di bidang panas bumi yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang berada di bawah Sub Holding Pertamina New Renewable Energy (PNRE), PT Indonesia Power (anak perusahaan PT PLN), dan PT Geo Dipa, BUMN di bawah Kementerian Keuangan.

Keempat, optimalisasi sumber daya di wilayah kerja panas bumi (WKP) yang sudah berproduksi dengan ekspansi dan efisiensi. Dua di antaranya adalah membangun PLTP Binary di WKP Salak sebesar 15 MW, dan PLTP Binary di WKP Dieng (10 MW).

"Saat ini, PT PGE juga sedang menyelesaikan PLTP Binary di WKP Lahendong, Sulawesi Utara, dengan kapasitas 0,5 MW," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ahmad Yuniarto menjelaskan, sampai akhir 2021 kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di Indonesia mencapai 2.276 MW. Dimana, sebagian besar berada di dalam Wilayah Kerja PT PGE, yakni sebesar 1.877 MW.

PT PGE sendiri mengelola 13 Wilayah Kerja dengan kapasitas 672 MW yang dioperasikan sendiri, dan 1.205 MW melalui Joint Operation Contract (JOC). Berdasarkan hasil riset Wood Mackenzie, Indonesia diproyeksikan akan menjadi pemain geothermal terbesar di dunia pada 2026.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut