Astra International Incar Investasi Digital dan EBT

Gedung Astra International
Sumber :
  • Astra International

VIVA – Grup konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII) membidik peluang investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT), pertambangan nonbatu bara, serta sektor digital pada 2022 ini.

img_title Intip Perubahan Perilaku Konsumen Digital yang Tak Bisa Diabaikan

"Sejalan dengan tujuan Astra di jangka panjang, kita juga ingin masuk energi baru terbarukan, kemudian mining (pertambangan) di sektor nonbatu bara, mineral mining (pertambangan mineral), itu juga menjadi target," kata Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro dalam konferensi pers daring seusai RUPST 2022 yang dipantau di Jakarta, Rabu 20 April 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Djony mengungkapkan pihaknya selalu terbuka pada setiap peluang yang ada dengan tetap memegang tiga prinsip serta analisa investasi yang dilakukan perusahaan. Namun, ia mengemukakan umumnya pandangan investasi perseroan untuk jangka waktu 3-5 tahun tergantung pada prosesnya.

img_title Cemaskan Algoritma dan Perkembangan AI, Paus Leo XIV Minta Dibedakan Karya Manusia dan Mesin

"Ada beberapa prinsip yang kita pegang, pertama, sesuai dengan long term value Astra. Kedua, kontribusi kami ke bisnis baru tersebut, dan ketiga, bagaimana kultur yang ada di perusahaan yang ingin kita investasi," ungkapnya.

Press conference RUPST Astra International

Photo :
  • Tangkapan layar

img_title Menteri Perindustrian Sarmuji Siapkan Jurus Lintas Kementerian untuk Genjot Ekonomi dan Lapangan Kerja

Djony juga menuturkan sektor lain yang jadi perhatian perseroan diantaranya sektor digital dan teknologi yang juga sejalan dengan tujuan perusahaan untuk melakukan transformasi digital di seluruh lini bisnis. Hal itu dilakukan semata untuk memastikan Astra tetap bisa relevan di masa depan.

Sektor lain yang jadi perhatian yakni jasa keuangan menyusul literasi keuangan yang masih rendah dan perlu terus ditingkatkan.

"Jasa keuangan masih menyimpan potensi mengingat literasi keuangan yang belum mencapai tingkat seperti di negara lain sehingga kita melihat bahwa sektor ini masih punya peluang yang besar," katanya.

Bagi deviden

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ASII juga membagikan dividen tunai tahun buku 2021 senilai total Rp9,67 triliun atau Rp239 per saham. Hal itu diputuskan dalam RUPST, terkait penggunaan laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp20,19 triliun.

Disebutkan bahwa dari total Rp9,67 triliun atau Rp239 per saham itu sudah termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp45 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp1,82 triliun yang telah dibayarkan pada tanggal 29 Oktober 2021.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut