The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga AS 50 Basis Poin

Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.
Sumber :
  • Twitter.com/@federalreserve

VIVA – Bank sentral AS atau Federal Reserve resmi menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin pada Rabu, 4 Mei 2022. Langkah agresif tersebut dilakukan guna mengatasi tingginya inflasi sejak 40 tahun terakhir.

img_title Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

“Inflasi terlalu tinggi dan kami memahami kesulitan yang ditimbulkannya. Kami bergerak cepat untuk menurunkannya kembali," kata Ketua The Fed Jerome Powell, dikutip dari CNBC pada Kamis 5 Mei 2022. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Powell mengungkapkan tingginya inflasi yang terjadi telah meningkatkan beban pada orang-orang berpenghasilan rendah, sehingga pihaknya sangat berkomitmen untuk memulihkan stabilitas harga di masyarakat.

img_title Inflasi RI Naik jadi 3,28%, Mendagri Tito Minta Pemda Perkuat Pengendalian: Jangan Sampai Tembus 3,5%

Baca juga: Pantau Langsung Gardu Saat Lebaran, Dirut PLN: 24 Jam Kami Tak Tidur

Sementara, untuk kebijakan moneter berikutnya, Powell mengatakan kenaikan suku bunga yang terjadi sebesar 50 basis poin bulan ini, dimungkinkan tidak lebih agresif ke depannnya.

img_title Desak Pemda Kendalikan Harga Pangan di Daerah, Sekjen Kemendagri Soroti Komoditas Penyumbang Inflasi

Kemudian, seiring dengan kenaikan suku bunga, The Fed mengindikasikan akan mulai mengurangi kepemilikan aset pada neraca sebesar US$9 triliun, setelah pada pandemi The Fed membeli obligasi guna menjaga suku bunga rendah. 

Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell

Photo :
  • Twitter.com/@federalreserve

Lalu, kenaikan suku bunga pada Rabu akan mendorong suku bunga dana federal ke kisaran 0,75 persen-1 persen, dan harga pasar saat ini menaikkan suku bunga menjadi 2,75-3 persen pada akhir tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun usai pengumuman The Fed tersebut, pasar sekarang mengharapkan bank sentral untuk terus menaikkan suku secara agresif dalam beberapa bulan mendatang. 

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Rupiah melemah 45 poin ke Rp17.948 per dolar AS pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2026. Kenaikan inflasi AS memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish The Fed.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut