Wabah PMK Bikin Harga Sapi per Ekor Naik Rp2 Juta-Rp5 Juta

Isu penyakit mulut dan kuku (PMK) bikin harga sapi naik.
Sumber :
  • tvOne/Eddy Suryana.

VIVA – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak khususnya babi, sapi dan kambing masih menjadi isu hangat yang harus diwaspadai. 

img_title Harley-Davidson Bikin Mesin 350cc, Harga Motor Bakal Lebih Murah?

Menurut mantri hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Sungko Waryadi, ciri-ciri atau gejala hewan ternak yang terinfeksi virus PMK bisa dilihat kasat mata oleh peternak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ditemui di salah satu peternakan sapi terbesar di purworejo 'Rimba Raya' Ginojim’, Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sungko Waryadi dan Kapolsek Purworejo, AKP Bruyi Rohman Warsito tengah berkeliling mengecek PMK di berbagai peternakan.  

img_title Samsung Galaxy A36 5G vs Redmi Note 15 Pro 5G, Hp Mana yang Lebih Layak Dibeli pada 2026?

"Gejala ternak yang terpapar virus PMK biasanya mengeluarkan banyak air liur lendir. Lalu lidahnya melepuh (sariawan) kemudian tracak atau belahan kuku melepuh. Penyakit ini belum ada obatnya, menular lewat udara atau kontak fisik hewan ternak secara langsung," jelas Sungko dikutip Selasa, 17 Mei 2022.

Petugas mengecek Sapi Ternak soal Wabah PMK.

Photo :
  • VIVA/Diki Hidayat

img_title Vivo Y95 vs Oppo A7: Kamera Depan 20 MP Lawan Baterai 4.230 mAh, HP Mana Lebih Menguntungkan?

Karena belum ada obatnya, maka cara agar ternak tidak terpapar virus PMK yaitu dengan menjaga pola makan ternak, pemberian vitamin, menjaga kebersihan kandang dan tubuh ternak. Perlu diketahui pula bahwa virus ini tidak menular ke manusia.

Kapolsek Purworejo, AKP Bruyi Rohman Warsito menambahkan, dari hasil monitoring  belum ditemukan kasus PMK di wilayah Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. 

"Masih aman, untuk wilayah Purworejo belum ditemukan kasus ternak terkonfirmasi atau yang memiliki gejala PMK," kata Bruyi.

Sementara itu, pemilik peternakan, Jemy Kurniawan (27) mengaku adanya isu PMK membuat peternak was-was dan resah. Apalagi menjelang hari raya kurban, takut jika sapi-sapi Limousin miliknya terpapar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk mencegahnya, tiap hari kandang dibersihkan, sapi dimandikan. Makanan juga kami jaga, seminggu sekali mengundang mantri hewan untuk memeriksa ternak kami," jelas Jemy.

Isu PMK juga memengaruhi harga kulakan sapi di pasaran. "Harga sapi per ekornya naik sekitar Rp2 juta bahkan ada yang naik hingga Rp5 juta. Yang biasanya saya kulakan Rp25 juta sejak adanya berita PMK naik jadi Rp27 juta sampai Rp Rp28 juta. Sapi yang besar biasa kulakan Rp30 juta naik jadi Rp35 juta setiap ekor," terangnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut