Kisah Tukang Cuci Hotplate Kini Jadi Dirut Waroeng Steak & Shake
- Istimewa
VIVA Bisnis – Tak ada yang tahu nasib dan karier seseorang ke depan. Sama halnya dengan Riyanto. Pria asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang biasa disapa Rinto itu terus belajar, jujur dan amanah dalam setiap kerjanya hingga menjadikan dia sukses sekarang ini.
Rinto diketahui tukang cuci hotplate di Waroeng Steak & Shake, kini telah mengemban tugas berat sebagai Direktur Utama PT Waroeng Steak Indonesia.
Bukan perjalanan yang mudah untuk bisa berada di posisinya saat ini, Rinto yang ditemui beberapa waktu lalu, dengan semangat bersedia berbagi cerita dibalik pencapaian suksesnya sebagai pemimpin perusahaan yang kini telah memiliki ratusan cabang itu.
Steak.
- Ist.
“Saya memiliki 3 prinsip dalam hidup yang saya pegang sampai detik ini. Prinsip jujur, amanah, dan terus belajar,” kata Rinto, Senin 4 Juli 2022.
Rinto mengungkapkan bahwa semasa kecil dirinya tumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Rinto tak ingin berpangku tangan. Apalagi harus menuntut banyak keinginan kepada orangtuanya.
Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Rinto harus ditinggal kedua orang tuanya yang mencari nafkah di Kota Solo. Bersama neneknya di kampung, Ia belajar hidup mandiri. Bahkan dirinya ikut membantu pekerjaan tani sang nenek.
Di samping itu, sambil menamatkan pendidikan SMA, Rinto kerap mencari uang saku tambahan dengan bekerja part time di warung bakso kaki lima yang berada di pasar dekat sekolahannya.
Bahkan Rinto menceritakan pengalaman uniknya, kalau dia pernah menjadi figuran sinetron Wiro Sableng yang kebetulan mengambil lokasi syuting di daerahnya.
Semua dia lakukan demi mendapat uang saku tambahan untuk membantu orangtuanya membayar uang sekolah. Tapi usaha Rinto tidak mau dia umbar.
Pekerjaan sampingan yang dilakoninya sambil terus bersekolah tidak pernah diceritakan kepada orangtuanya. Ia berprinsip selama yang ia kerjakan adalah halal dan tidak merugikan orang lain maka ia lakukan dengan semangat dan totalitas.
Dari bangku SMA, Rinto sadar betul bahwa orangtuanya tidak akan mampu untuk mengkuliahkan dirinya. Padahal dirinya sangat ingin kuliah. Tapi impian itu tidak pernah dia padamkan. Dengan tekad untuk terus belajar mengembangkan potensi diri meski tidak lewat pendidikan formal.