BI Seleksi Distributor Rupiah Digital, Uang Kripto Indonesia

Bank Indonesia
Sumber :
  • akurat.co

VIVA Bisnis – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyeleksi bank-bank dan perusahaan jasa sistem pembayaran, untuk mendistribusikan rupiah digital.

img_title Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Tahapan seleksi ini diakui Perry sebagai bagian dari proses penerbitan mata uang digital yakni rupiah digital. Guna, menjawab tuntutan perkembangan berbagai teknologi digital seperti metaverse dan kripto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita seleksi bank-bank pemain besar atau perusahaan jasa sistem pembayaran, untuk diberi mandat mendistribusikan rupiah digital," kata Perry dalam telekonferensi, Kamis 25 Agustus 2022.

img_title Luhut Tegaskan Pemanfaatan AI Tak Boleh Hilangkan Nilai Etika dan Karakter

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Dia menjelaskan, mekanisme distribusi rupiah digital akan dilakukan melalui sistem wholesale. Di mana, nantinya Bank-bank besar dan perusahaan jasa sistem pembayaran akan mendapat mandat, untuk mendistribusikan rupiah digital tersebut.

img_title Tak Lagi Sekadar Banner, Iklan Digital Mulai Gunakan AI dan Gamifikasi

Proses distribusinya sendiri diakui Perry akan menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT) - Blockchain, guna memastikan aspek keamanan rupiah digital bagi para penggunanya.

Apalagi, lanjut Perry, hal itu juga akan didukung oleh Khazanah Rupiah Digital, seperti ruang khazanah yang merupakan tempat penyimpanan rupiah saat ini.

"Khazanah Digital Rupiah itu adalah sebuah platform digital. Seperti yang kita lakukan di uang kertas atau uang kartu, tapi ini bentuknya digital," ujar Perry.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya/Tangkapan layar

Dia menegaskan, rupiah digital ini merupakan kewajiban pihak Bank Sentral, demi menegakkan mandat sebagai satu-satunya penerbit mata uang resmi di suatu negara sebagai alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kenapa kita harus mengeluarkan rupiah digital, karena ini merupakan salah satu pilar kedaulatan negara yang diamanahkan kepada Bank Sentral," ujarnya.

BSN.

Serbu Merchant di Kota-kota Besar, BSN Genjot Volume Transaksi Mobile Banking

BSN catat hingga 31 Agustus, platform mobile banking Bale Syariah by BSN catatkan 238.897 pengguna aktif. Total transaksi melalui platform ini mencapai 3,29 juta kali.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut