BI Seleksi Distributor Rupiah Digital, Uang Kripto Indonesia

Bank Indonesia
Sumber :
  • akurat.co

VIVA Bisnis – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyeleksi bank-bank dan perusahaan jasa sistem pembayaran, untuk mendistribusikan rupiah digital.

img_title Rupiah Menguat ke Rp18.123 per Dolar AS, Ini Faktor yang Memengaruhi

Tahapan seleksi ini diakui Perry sebagai bagian dari proses penerbitan mata uang digital yakni rupiah digital. Guna, menjawab tuntutan perkembangan berbagai teknologi digital seperti metaverse dan kripto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita seleksi bank-bank pemain besar atau perusahaan jasa sistem pembayaran, untuk diberi mandat mendistribusikan rupiah digital," kata Perry dalam telekonferensi, Kamis 25 Agustus 2022.

img_title Jangan Sampai Jadi Korban Penipuan! Ini Web dan Media Sosial Resmi Pantau Informasi Bansos Digital

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Dia menjelaskan, mekanisme distribusi rupiah digital akan dilakukan melalui sistem wholesale. Di mana, nantinya Bank-bank besar dan perusahaan jasa sistem pembayaran akan mendapat mandat, untuk mendistribusikan rupiah digital tersebut.

img_title Hashim Ramal Dolar AS Bisa Tembus Rp22.000 Gegara MSCI, Begini Respons Bos BI

Proses distribusinya sendiri diakui Perry akan menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT) - Blockchain, guna memastikan aspek keamanan rupiah digital bagi para penggunanya.

Apalagi, lanjut Perry, hal itu juga akan didukung oleh Khazanah Rupiah Digital, seperti ruang khazanah yang merupakan tempat penyimpanan rupiah saat ini.

"Khazanah Digital Rupiah itu adalah sebuah platform digital. Seperti yang kita lakukan di uang kertas atau uang kartu, tapi ini bentuknya digital," ujar Perry.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya/Tangkapan layar

Dia menegaskan, rupiah digital ini merupakan kewajiban pihak Bank Sentral, demi menegakkan mandat sebagai satu-satunya penerbit mata uang resmi di suatu negara sebagai alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kenapa kita harus mengeluarkan rupiah digital, karena ini merupakan salah satu pilar kedaulatan negara yang diamanahkan kepada Bank Sentral," ujarnya.

Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo di Rapimnas Kadin 2026

Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

Rupiah kini terancam melemah hingga angka Rp21.000 per dolar AS. BI sekarang semakin menegaskan stabilitas kurs, sementara pembenahan pasar modal menjadi sorotan.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut