BPH Migas: Segera Sahkan Revisi Perpres Agar Subsidi BBM Tepat Sasaran

Mobil mewah mengisi BBM Subsidi di salah satu SPBU. (ilustrasi)
Sumber :
  • istimewa

VIVA Bisnis – Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saleh Abdurrahman menegaskan, revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak harus segera diundangkan. Hal itu guna merealisasikan aturan pembatasan pembelian BBM bersubsidi agar tepat sasaran,

img_title Selisih Harga BBM RON 92 di Empat SPBU, Ini Perbandingannya

Menurutnya, saat ini dibutuhkan landasan hukum agar BBM subsidi semakin tepat sasaran demi memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kuota tahun ini pertalite 23,05 juta kiloliter dari prognosa yang kita buat hingga September ini, maka nanti total konsumsi tahunan bisa mencapai tambahan 6,8 juta kiloliter," kata Saleh saat dihubungi VIVA Bisnis, Kamis 29 September 2022.

img_title Harga BBM Terbaru 1 November 2026 di Semua SPBU

Pertalite raib di sejumlah SPBU. (ilustrasi).

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

Saleh menegaskan, guna mencegah pendistribusian tidak tepat sasaran, diperlukan pendistribusian secara tertutup. Sehingga subsidi energi bisa disalurkan tepat sasaran sesuai dengan Undang-Undang Energi.

img_title Motor Bensin Masih Jadi Andalan, Motor Listrik Punya Banyak PR

Salah satu opsi untuk mengatasi kekurangan BBM akibat pemakaian yang melebihi kuota, adalah dengan membatasi pembelinya. "Opsi itu yang sedang kita diskusikan agar selesai di bulan ini," ujarnya.

Namun, untuk penerapannya perlu ada revisi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak terus disuarakan sejumlah pihak.

"Kenapa perlu direvisi, khususnya Pertalite? Karena saat ini kita belum punya regulasi yang mengatur konsumen pengguna Pertalite," kata Saleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perpres 191 tahun 2014 yang ada saat ini sudah mengatur penggunaan solar untuk nelayan, UMKM, kendaraan roda 4 dan roda 6, kecuali angkutan tambang dan perkebunan. Tapi Pertalite belum ada," ujarnya.

Ilustrasi mengisi BBM di SPBU

Kredit 5 Tahun, Lebih Untung Membeli Mobil Bensin atau Listrik?

Membeli mobil secara kredit dengan tenor lima tahun menjadi pilihan bagi konsumen Indonesia. Setelah cicilan lunas, sebagian pemilik menjual kendaraan lama untuk membeli

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut