Pedagang Pasar Resah: Pengunjung Sepi, Barang Masih Banyak

Pasar tradisional (foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA Bisnis – Jumlah pengunjung atau konsumen pasar tradisional masih belum pulih sepenuhnya. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Mujiburrohman.

img_title Benarkah Daya Beli Warga RI Turun? Pemerintah Beberkan Data Terbaru

Kondisi ini disebut terjadi akibat tidak stabilnya harga-harga barang di pasar, termasuk juga dampak dari kenaikan harga BBM yang belum lama ini ditetapkan. Kondisi ini memengaruhi nasib pedagang pasar yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Mujib, kendala yang dihadapi pedagang pasar ini telah dialami selama satu tahun terakhir. Menurutnya, bahkan jauh sebelum kenaikan harga BBM terjadi, keadaan pasar sudah memprihatinkan.

img_title Subsidi Upah Rp300 Ribu Cair Lagi, Ada Anggaran Rp12 Triliun untuk 13,3 Juta Pekerja hingga Akhir Tahun

"Pandemi sudah mereda, tapi kedatangan pengunjung ke pasar masih belum membaik juga. Sekarang pasar sudah sepi mulai dari jam dua, padahal masih banyak barang yang belum habis terjual," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 3 September 2022.

Ilustrasi pasar tradisional

Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

img_title 10 HP Murah yang Cocok untuk Pedagang Pasar, Harganya Mulai Rp1 Jutaan

Mujiburrohman menyoroti sepinya pasar dipicu oleh lemahnya daya beli masyarakat dan ketidakstabilan harga, yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok dan BBM.

Ketua Bidang Organisasi Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Don Muzakir mengatakan saat ini pedagang pasar masih berusaha bangkit agar omzetnya kembali pulih setelah pandemi COVID-19. Namun, apabila pasar masih terus alami penurunan pengunjung sampai tahun depan, banyak pedagang yang dapat mengalami kerugian, bahkan sampai gulung tikar.

"Pembeli adalah sumber pendapatan pedagang pasar. Kalau kondisi masih belum stabil, pasar masih sepi, kami jadi takut menghadapi kondisi selanjutnya akan seperti apa. Apakah kami masih bisa berjualan atau tidak ke depannya," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat kondisi yang terjadi, APPSI meminta pemerintah selaku regulator agar dapat menetapkan kebijakan yang tepat agar tidak menekan pedagang pasar, termasuk kebijakan kenaikan cukai rokok yang merugikan pedagang. Menurut catatan APPSI, omzet pedagang pasar banyak berasal dari rokok, tetapi kenaikan cukai yang terjadi setiap tahun membuat harga rokok menjadi tidak stabil.

"Akan ada dampak yang luar biasa bagi pedagang pasar kalau kebijakannya tidak berpihak pada pedagang. Oleh karena itu, kami meminta pemerintah untuk memperhatikan pedagang pasar dengan mengkaji ulang kebijakan yang akan diterapkan, seperti kebijakan kenaikan cukai rokok," ujar Mujiburrohman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut