Kembangkan PLTP Berteknologi Binary Plant, PGE Gaet ORMAT

Proyek Pembangkit Listik Panas Bumi (PLTP) Karaha di Tasikmalaya, Jawa Barat
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

VIVA Bisnis – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), bagian dari Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) melakukan kerja sama dengan PT ORMAT Geothermal Indonesia dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan teknologi binary plant. Kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan transisi energi berkelanjutan.

img_title Perwakilan Kampus Luar Negeri Pelajari Transformasi Digital Pertamina

Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto mengatakan kolaborasi joint study untuk pengembangan teknologi binary antara PGE dan ORMAT dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi di Indonesia. Apalagi potensi pengembangan panas bumi dengan implementasi teknologi binary di wilayah kerja panas bumi PGE dapat meningkatkan kapasitas terpasang hingga 210 megawatt (MW).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahmad menjelaskan teknologi binary unit merupakan fasilitas yang memanfaatkan brine (cairan /air panas bumi) untuk menghasilkan listrik sebelum brine tersebut diinjeksi kembali ke dalam bumi,s ehingga dapat menambah kapasitas listrik yang dihasilkan.

img_title Stafsus Wapres sebut PLTP Kamojang Tidak Pakai Sumber Air Tanah Warga, Prof Lambok Jelaskan Secara Ilmiah

Baca juga: Intip Strategi Pertamina Buat 50 UMKM Binaan Dapat Banyak Buyer di TEI 2022

Saat ini, teknologi binary telah diaplikasikan di PGE Area Lahendong, Sulawesi Utara dengan kapasitas 500 kW sebagai proyek percontohan penerapan binary cycle di wilayah kerja PGE.

img_title PGE Siapkan Siasat Pendanaan Masif Kejar 1,8 GW 2034, RI Mau Jadi Nomor 1 Dunia Kalahkan AS

Menurut Ahmad, keunggulan dari teknologi ini dari sisi hulu pembangunan binary unit tidak memerlukan pemboran sumur baru sehingga lebih cepat dan risikonya lebih rendah. Dari sisi konstruksi pembangunannya juga lebih cepat karena sistemnya modular sehingga investasinya juga lebih efisien.

“Kami berharap kolaborasi yang dilakukan oleh PGE dan ORMAT ini dapat menjadi milestone perkembangan panas bumi di Indonesia, “ujar Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Kamis 20 Oktober 2022.

MoU PGE dan ORMAT.

Photo :
  • Dok. Pertamina

Adapun penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto dan Direktur Utama PT ORMAT Geothermal Indonesia Dion Murdiono di Nusa Dua Bali, Selasa 18 Oktober 2022.

Dalam menjalankan bisnis, lanjut Ahmad, PGE terus berkomitmen untuk mengembangkan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi PGE.

Penerapan aspek-aspek ESG ini merupakan upaya dalam memberikan nilai tambah serta dukungan PGE pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan khususnya panas bumi.

“Komitmen PGE dalam pengembangan energi panas bumi dapat berkontribusi dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan goals ke 7 (energi bersih dan terjangkau), goals 12 (konstruksi dan produksi yang bertanggungjawab), goals 13 (penanganan perubahan iklim), dan goals 15 (ekosistem darat) pada SDGs (Sustainable Development Goals),” katanya.

Ilustrasi sumur PGE.

Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan kapasitas terpasang sebesar 1,8 GW, sebanyak 672 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skenario Kontrak Operasi Bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkonstribusi sebesar sekitar 82 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Menko Bahlil meninjau fasilitas Kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan.

Perkuat RDMP Balikpapan, Bahlil Tegaskan Pemerintah dan Pertamina Pastikan Distribusi Energi Terjaga

Menko Bahlil menegaskan bahwa kunjungan ke RDMP Balikpapan dilakukan untuk memastikan kesiapan kilang sekaligus mengevaluasi ketersediaan stok BBM di wilayah Kalimantan.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut