Luhut: Pertumbuhan Ekonomi RI Harus Berbasis EBT dan Keberlanjutan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • VIVA/Maha Liarosh (Bali)

VIVA Bisnis - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan perkembangan ekonomi digital di Indonesia harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT).

img_title Menko Cak Imin Tegaskan Sinergi Pemerintah dan Media Buka Akses Pasar bagi Ekonomi Lokal

Dorong Pertumbuhan Negara

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu diutarakannya dalam acara Bloomberg CEO Forum, yang didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dengan mengangkat tema 'Climate Change, Decarbonization, Sustainability, & Green Economy'.

img_title Dongkrak Devisa dan Ekonomi RI, InJourney Optimis Grand Prix of Indonesia 2026 Jadi Pariwisata Kelas Dunia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Photo :
  • Dok. Kemenko Marves

"Indonesia ingin mendorong pertumbuhan negara dan kemakmuran rakyat, tanpa mempercepat perubahan iklim sekaligus mendorong industri bernilai tambah tinggi," kata Luhut dalam keterangannya, Sabtu, 12 November 2022.

img_title Prabowo Optimistis Efek Ekonomi Kopdes Merah Putih Mulai Terasa di 2027, Potong Alur Distribusi

Prioritaskan Industri Hijau

Dia menambahkan, Indonesia memprioritaskan industri hijau dan penggunaan energi terbarukan pada industri mineral yang berkelanjutan. Hal itu berkaitan dengan adanya pandemi COVID-19, yang telah membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Indonesia maupun dunia.

Dari berbagai upaya peningkatan ekonomi digital, Luhut berharap di tahun 2030 sektor itu dapat meningkat mencapai Rp4.531 triliun, dari capaian sebesar Rp632 triliun di tahun 2020.

"Presiden Joko Widodo pun mendorong agar Indonesia mengakselerasi transformasi digital di bidang agrikultur dan ekonomi berbasis laut," ujarnya.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

Photo :
  • VIVA / Riyan Rizki

Diketahui, dalam acara yang sama, Menko Luhut juga menyinggung tentang potensi energi baru terbarukan (EBT). Dari total potensi EBT 417,8 Gigawatt (GW), baru 10,4 GW yang bisa dimanfaatkan.

Menindaklanjuti komitmen untuk mencapai net-zero emissions di tahun 2060, pemerintah pun mendorong penggunaan sumber daya air, angin, bioenergi, geothermal, dan sumber energi hijau lainnya, untuk diolah sebagai energi. Keamanan energi menjadi salah satu poin penting untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Indonesia secara aktif mendorong pembiayaan berkelanjutan. Sejak 2018, Indonesia telah berhasil memasuki pasar dan menerbitkan Green Bond dan Green Sukuk global, dengan total nilai US$5 miliar.

Wamendag RI, Dyah Roro Esti (ketiga dari kanan), ASEAN Economic Ministers (AEM) Meetings 2026, Metro Manila, Filipina

Hadiri AEM 2026, Wamendag Roro Dorong ASEAN Perbesar Peluang Bagi Pelaku Usaha Nasional

Wamendag Dyah Roro Esti hadiri ASEAN Economic Ministers (AEM) Meetings 2026 di Metro Manila Filipina, guna memperkuat kerja sama perdagangan & integrasi ekonomi Indonesia

img_title
VIVA.co.id
21 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut