Akselerasi Pembangunan Inklusif, Bappenas Dorong Kerja Sama Selatan-Selatan Triangular

Menteri PPN Suharso Momoarfa.
Sumber :
  • Maha Liarosh/VIVA.

VIVA – Kementerian PPN/Bappenas bersama Islamic Development Bank menggelar Side Event G20 dengan tema 'Enabling Inclusive Development through South-South and Triangular Cooperation'.

img_title Purbaya Tak Minat jadi Pejabat Negara Lagi: Kalau Sudah Pensiun, Ya Sudah

Agenda ini bertujuan untuk mendorong kemitraan multi pihak serta kerja sama internasional, untuk mempercepat agenda pembangunan melalui pendekatan yang lebih inklusif. Salah satunya melalui South-South Triangular Cooperation/Kerja sama Selatan-Selatan Triangular (SSTC/KSST).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Business as usual bukan lagi opsi untuk menghadapi krisis global saat ini. Pemulihan berkelanjutan diperlukan untuk membangun masyarakat yang tahan dari krisis. Untuk itu, prioritas kita tidak hanya pertumbuhan, tetapi pembangunan yang inklusif,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat memberikan sambutannya, Rabu, 16 November 2022.

img_title Ada Malaysia, Australia hingga Singapura, 10 Negara Kumpul Bahas Perbatasan Indonesia

Menteri Suharso menambahkan SSTC/KSST menjadi salah satu sarana yang tepat untuk membangun kerja sama antar-negara dalam rangka pembangunan inklusif.

South-South Triangular Cooperation/Kerja sama Selatan-Selatan Triangular (SSTC)

Photo :
  • Maha Liarosh/VIVA.

img_title Purbaya Kena Reshuffle, Demokrat: Langkah Tepat, Ekonomi Kita Memang Alami Ketidakpercayaan Market

Tidak hanya mendorong kerja sama antar negara di bagian Selatan, SSTC/KSST juga mendorong kerja sama pembangunan negara-negara di bagian Utara dan stakeholders pembangunan. SSTC/KSST juga menjadi modalitas yang efektif untuk pulih kembali dari pandemi COVID-19 dan membangun ketangguhan di tengah dinamika global.

"SSTC/KSST mendorong pembangunan inklusif melalui berbagi pengetahuan, pengalaman, inovasi, dan pendekatan berkelanjutan antara negara berkembang, maupun dengan negara maju," imbuhnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen menteri-menteri pembangunan G20 untuk memperkuat multilateralisme dan mempercepat pemulihan ekonomi negara berkembang.

Roadmap for Stronger Recovery and Resilience in Developing Countries sebagai dokumen hasil Development Ministerial Meeting pada 7-9 September 2022 telah mengutamakan SSTC/KSST. Sebagai, salah satu modalitas pendorong pemulihan ekonomi.

Tiga fokus area, yakni, peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM, menjamin ketangguhan melalui perlindungan sosial yang adaptif; dan mempromosikan ekonomi biru-hijau melalui Pembangunan Rendah Karbon dan ketahanan iklim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Plt Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas Slamet Soedarsono mengatakan, pentingnya kerja sama yang lebih inklusif dalam membangun kesejahteraan masyarakat pasca pandemi.

"Inklusivitas dalam SSTC/KSST bisa mendorong desain solusi yang inovatif, memanfaatkan sumber daya tambahan, dan memberikan hasil dengan dampak yang besar,” imbuh Slamet.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut