Jokowi: Jika Pemerintah Dibilang Tidak Peduli UMKM, Keliru Besar

Presiden Jokowi Berbincang Dengan Pedagang Saat Sidak PPKM Mikro Jakarta
Sumber :
  • Agus Suparto/ Fotografer Presiden

VIVA Bisnis – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah telah memberikan perhatian kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Jumlah nasabah di PT. Permodalan Nasional Mandiri Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) 13,5 juta orang.

Floratama Academy 5.0 Tingkatkan Usaha Ekonomi Kreatif Berbasis Digital

"Saya bicara dengan Dirut PNM Mekaar yang pinjamannya Rp1 juta, Rp2 juta, Rp3 juta, Rp5 juta. Waktu kita mulai 2016, itu nasabahnya mungkin baru 500 ribu orang. Hari ini sudah mencapai 13,5 juta orang," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 19 Desember 2022.

Maka dari itu, Jokowi mengatakan keliru apabila ada yang menyebut pemerintah kurang peduli terhadap pelaku usaha mikro dan kecil menengah. Justru, kata dia, pemerintah begitu besar kepeduliannya kepada pelaku UKM.

Bank Mandiri Catat Penyaluran KUR tembus Rp 19,33 Triliun per Juni 2024

Presiden Jokowi saat peluncuran PPh Final 0,5 Persen untuk UMKM.

Photo :
  • Biro Pers Istana

"Jangan sampai ada pendapat yang mengatakan pemerintah tidak perhatian kepada yang mikro yang kecil-kecil--keliru besar sekali. Dari 500 ribu sekarang sudah 13,5 juta. Target saya untuk masuk 2024 mencapai diatas 20 juta," katanya.

Luhut Targetkan Family Office Terbentuk Sebelum Jokowi Lengser

Jokowi mendalami siapa saja nasabah yang melakukan pinjaman tersebut. Ternyata, hampir 90 persen penerimanya itu ibu-ibu yang digunakan uangnya untuk jualan seperti gorengan, mi instan, jualan di pasar, dan usaha-usaha produktif semuanya.

Kelompok usaha seperti itulah yang, menurut Jokowi, ingin dijangkau oleh PNM Mekaar. Jika mereka lulus masuk PNM Mekaar dan dinilai baik, mereka masuk kategori yang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Artinya, kata Jokowi, nanti didorong untuk ke BRI dan BNI agar plafon kreditnya bisa lebih besar. Pasti dari 13,5 juta itu ada sekian ribu yang bisa kelas setiap tahunnya. Nah, memang jenjangnya seperti itu.

"Jangan sampai kita usahanya jualan gorengan, pinjamannya dipinjami Rp100 juta. Malah jadi barang-barang konsumtif yag menjadi tidak produktif. Inilah jenjang-jenjang yang harus dilalui," ungkapnya.

Ilustrasi UMKM.

Photo :

KUR Klaster

Jokowi menyebut KUR totalnya sudah 39,4 juta UKM yang memanfaatkan ini. Saat ini, ia mengaku senang karena ada model KUR Klaster. "Saya senang sekarang ada model KUR klaster ini, benar memang harus diklasterkan,” ucapnya. 

Menurut dia, model KUR klaster dapat memberikan keuntungan bagi para pelaku UMKM dengan adanya kejelasan mulai dari produksi hingga sampai ke tangan konsumen. Disisi lain, model KUR klaster memudahkan bank atau lembaga non bank lainnya dalam mengelola pinjaman per klaster. 

“Ini juga klaster kopi. Tadi ada klaster holtikultura yang kalau sudah ngumpul itu enak, yang minjamkan juga enggak ngurusi satu per satu, ngurusi Rp10 juta, Rp10 juta,” ujarnya.

Ilustrasi pelaku usaha UMKM.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Oleh karena itu, Jokowi mendorong lembaga keuangan lain untuk turut berkontribusi dalam upaya mengembangkan UMKM di Indonesia yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional tumbuh dengan baik dan berkeadilan. 

“Kalau kita urus, yang kecil bisa jadi menengah, yang menengah kalau kita urus bisa jadi gede. Inilah nanti yang akan mendorong ekonomi kita tumbuh dengan baik dan berkeadilan,” ujarnya.

Ke depan, Jokowi meyakini program pembiayaan model klaster seperti ini akan berdampak baik dan dapat menghubungkan kelompok usaha dengan model konsolidasi dengan para penjamin pembeli atau offtaker. Bahkan, model KUR klaster ini dilaksanakan di semua sektor usaha seperti perkebunan, perikanan hingga industri. 

“KUR klaster ini dapat dilaksanakan di semua sektor baik perkebunan rakyat, peternakan rakyat, perikanan rakyat, industri UMKM, dan usaha-usaha lain yang memiliki peluang pasar yang besar atau produk-produk unggulan di dalam negeri kita agar daya saing semuanya meningkat dan bisa masuk ke pasar global," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya