Marak PHK, Ini Usaha yang Dinilai Mampu Bertahan Hadapi Resesi

Ilustrasi PHK.
Sumber :
  • VIVA.

VIVA Bisnis – Beberapa lembaga dunia memproyeksikan bahwa ekonomi dunia akan mengalami resesi pada 2023. Bahkan beberapa negara seperti Amerika Serikat hingga Eropa disebut akan ikut mengalami resesi.

img_title Usung The Novo Way Jadi Budaya Baru di Industri Kesehatan, Novo Lakukan Rebranding

Isu resesi tersebut diikuti oleh banyak perusahaan nasional maupun internasional yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda, resesi yang terjadi itu dipicu tingginya suku bunga bank sentral termasuk Bank Indonesia (BI). Kenaikan itu, lanjut Huda, akan mengurangi investasi dan berdampak signifikan terhadap perusahaan.

img_title Harga Emas Hari Ini 16 September 2026: Produk Antam Kinclong, Global Melorot Tunggu Keputusan FED

"Dengan kenaikan suku bunga acuan akan mengurangi investasi dan berujung kepada ketidakmampuan perusahaan untuk ekspansi. Kemudian, perusahaan yang berutang pun akan membayar bunga utang lebih tinggi karena suku bunga meningkat akibatnya adalah perusahaan harus melakukan efisiensi," kata Huda saat dihubungi VIVA, Jumat, 23 Desember 2022.

ilustrasi suku bunga

Photo :
  • Adri Prastowo

img_title 50 Perusahaan di 8 Provinsi Disegel Gegara Karhutla, Jika Terbukti Melanggar Denda hingga Rp 1 Triliun

Huda menyebutkan, resesi itu salah satunya akan berdampak signifikan ke perusahaan yang berorientasi ekspor. Mereka menjadi sektor yang terpuruk dan berpotensi melakukan PHK kepada pekerjanya karena pasar global yang lesu.

"Pasar global yang lesu (karena inflasi tinggi) akan membuat penurunan permintaan yang berujung pada penurunan produksi. Makanya industri yang berorientasi ekspor ini akan terkena hantaman paling besar dari resesi global," jelasnya.

Huda menilai untuk sektor bisnis yang akan bertahan dalam menghadapi resesi di antaranya adalah sektor usaha yang mengandalkan pasar domestik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang mengandalkan pasar domestik, (dan seperti) UMKM akan lebih bisa survive (dari resesi)," imbuhnya.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian.

Respons Bitcoin Usai The Fed Naikkan Suku Bunga Jadi Sorotan, Indodax Kasih Penjelasan

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75%–4,00% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) hari ini.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut