Menperin Akan Perkuat Hilirisasi Industri Manufaktur

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sumber :
  • Dok. Kemenperin

VIVA Bisnis – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, hilirisasi industri merupakan salah satu kebijakan strategis yang harus dijalankan. Sebab dengan dengan hilirisasi akan memberikan kemajuan terhadap perekonomian nasional.

img_title Luhut Bidik Hilirisasi Kratom dan Kemenyan di 2027: Ini Sama Seperti Nikel

Agus menuturkan, multiplier effect atau dampak berganda dari aktivitas hilirisasi industri yang telah terbukti nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kita perlu memperkuat hilirisasi sektor industri manufaktur. Kami optimistis, hal ini dapat kita lakukan, karena selama ini telah terbukti sebagai prime mover bagi perekonomian nasional,” kata Agus dalam keterangan, Jumat, 23 Desember 2022.

img_title DEN Sebut Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Ekspor Hilirisasi Melesat

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Photo :
  • ANTARA/Sella Panduarsa Gareta.

Adapun dampak multiplier effect hilirisasi industri, di antaranya akan meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menarik investasi masuk di Tanah Air, menghasilkan devisa besar dari ekspor, dan menambah jumlah serapan tenaga kerja.

img_title Rosan sebut Hilirisasi Pilar Utama Strategi Ekonomi, Ternyata Karena Ini

“Guna mencapai sasaran tersebut, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif agar bisnis bisa berjalan baik,” ujarnya.

Selain itu, menurut Agus, perlunya sinergi dan koordinasi antara pemerintah dengan dunia usaha. “Kami akan selalu mendengar aspirasi dari para pelaku usaha,” katanya.

Agus menyatakan, pihaknya sedang fokus menjalankan kebijakan hilirisasi industri di tiga sektor, yakni industri berbasis agro, berbasis bahan tambang dan mineral, serta berbasis migas dan batubara.

The Ministry of Industry Agus Gumiwang Kartasasmita

Photo :

“Seperti yang ditegaskan oleh Bapak Presiden, kita secara bertahap akan menyetop bahan baku mentah, seperti minerba. Kita sudah setop ekspor nikel, dan selanjutnya setop ekspor bauksit,” jelasnya.

Agus menjelaskan, terkait dengan pengembangan industri berbasis tambang dan mineral, Kemenperin tengah berupaya memacu nilai tambah pada lima komoditas ini, yaitu bijih tembaga, bijih besi dan pasir besi, bijih nikel, bauksit, serta logam tanah jarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perkembangan dari hilirisasi di sektor ini telah menghasilkan sebanyak 27 smelter yang telah beroperasi meliputi pyrometallurgy dan hydrometallurgy nikel, kemudian 32 yang dalam tahap konstruksi, dan enam masih tahap feasibility study,” terangnya.

Ke depannya, dia berharap bahwa smelter nikel tidak hanya melakukan ekspor dalam bentuk NPI maupun bahan baku baterai, tetapi dalam bentuk produk lebih hilir seperti produk hilir berbahan baku stainless steel dan baterai listrik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut