BI Naikkan Suku Bunga Acuan, Begini Respons Bank BTPN

Direktur Utama Bank BTPN, Henoch Munandar.
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA Bisnis – Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen. Sementara itu, suku bunga deposit facility juga naik 25 bps menjadi 5 persen dan suku bunga lending facility naik 25 bps menjadi 6,5 persen.

img_title Inflasi RI Naik jadi 3,28%, Mendagri Tito Minta Pemda Perkuat Pengendalian: Jangan Sampai Tembus 3,5%

Menanggapi kebijakan suku bunga acuan BI tersebut, Direktur Utama PT Bank BTPN Tbk (BTPN), Henoch Munandar mengaku pihaknya akan melakukan penyesuaian bunga deposito dan kredit dengan sejumlah pertimbangan tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi tergantung dengan likuiditas dan segmen kreditnya. Jadi kita mentransmisikan (kebijakan BI) secara hati-hati, sebab bank tidak mau kehilangan market share-nya," kata Henoch saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Januari 2023.

img_title Bentuk Dana Cadangan, Pramono Pastikan DKI Tetap Pegang Kendali Bank Jakarta Meski IPO

Bank BTPN.

Photo :
  • VIVA/Vicky Fajri

Meski demikian, Henoch mengaku bahwa setiap bank memiliki waktu transmisi berbeda-beda, dengan beragamnya faktor yang diperhatikan dalam upaya mentransmisikan suku bunga acuan ke bunga deposito maupun kredit.

img_title Penjualan Eceran Naik, Makanan hingga Rokok Jadi Penopang Belanja Warga RI

"BTPN lebih fokus pada kualitas kredit di bank dibandingkan dengan suku bunga. Karena untuk jangka waktu transmisi disesuaikan dengan komposisi dana dari masing-masing bank," ujarnya. 

Diketahui, RDG Bank Indonesia pada 18-19 Januari 2023 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,75 persen.

Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur tersebut dilakukan BI, sebagai langkah lanjutan secara front loaded, pre-emptif dan forward-looking. Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

Bank Indonesia meyakini bahwa kenaikan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 225 basis points secara akumulatif sejak Agustus 2022 menjadi 5,75 persen ini memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3+/-1 persen pada semester I-2023, dan inflasi indeks harga konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3+/-1 persen pada semester II-2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengendalikan inflasi barang import (imported inflation) juga terus diperkuat, dengan operasi moneter valas. Termasuk, implementasi instrumen berupa term deposit valas dari devisa hasil expor sesuai mekanisme pasar.

Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Pemicu

Rupiah melemah 45 poin ke Rp17.948 per dolar AS pada hari ini, Kamis 15 Oktober 2026. Kenaikan inflasi AS memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish The Fed.

img_title
VIVA.co.id
15 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut