Indonesia Jual BBM B35, Menko Airlangga Tegaskan Tertinggi di Dunia

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • Anisa Aulia/VIVA.

VIVA – Mulai besok, 1 Februari 2023 Indonesia akan mulai menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) ke solar, atau dari B30 menjadi B35.

Diluncurkan September 2024, Luhut Sebut Potensi Minyak Jelantah Jadi Avtur Capai Rp 12 Triliun Per Tahun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya sangat konsisten dalam menggunakan bahan bakar campuran sawit ini. Bahkan dengan penggunaan B35 ini, membuat Indonesia menjadi yang tertinggi mengalahkan Brasil.

"B35 bagi Indonesia yang tertinggi dibandingkan negara lain, termasuk dari Brasil sekalian. Tentu ini menjadi mengurangi jumlah emisi C02 yang diperkirakan kita bisa menghemat hampir sejumlah 25 juta ton setara dengan CO2," kata Airlangga di Kantor Kementerian Perekonomian Selasa, 31 Januari 2023.

Jampidsus Tegaskan Kerugian Negara Rp 300 Triliun dari Korupsi Timah Bakal Dibeberkan di Dakwaan

Minyak kelapa sawit (CPO) campuran Biodiesel.

Photo :
  • R Jihad Akbar/VIVAnews.

Airlangga menuturkan, konsistensi Indonesia ini terlihat dalam 7 tahun belakangan. Karena pada 2021 realisasi energi baru terbarukan Indonesia mencapai 36 persen yang berasal dari B30.

Menko Airlangga Sebut Indonesia Menjadi Negara dengan Kekuatan Global yang Sedang Berkembang

"Oleh karena itu Pemerintah mendorong BUMN seperti Pertamina dan PLN untuk menggunakan produk yang sustainable dan mendorong ini dari direksi yang bergerak di bidang energi," jelasnya.

Airlangga menjelaskan, dari penggunaan B35 ini terdapat beberapa keuntungan bagi Indonesia. Seperti menghemat devisa sebesar US$10,75 miliar, dan nilai tambah industri sawit sebesar Rp 16,76 triliun.

Biodiesel. Sumber foto: bpdp.or.id.

Photo :

"Kebijakan B35 diperkirakan akan mengurangi emisi gas rumah kaca 34,9 juta ton CO2," jelasnya.

Airlangga mengatakan, Indonesia sebagai negara berkembang akan mendorong penggunaan energi hijau yang terjangkau. "Beberapa negara maju memang minta energi hijau tetapi mereka meminta energi hijau yang murah," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya