Genjot Pengembangan UMKM, Keluarga Pekerja ASDP Bisa Dapat Permodalan Usaha

Ilustrasi UMKM
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA Bisnis – PT ASDP Indonesia Ferry mendukung program inisiasi Kementerian BUMN yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satunya melalui program PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang difokuskan untuk kalangan perempuan pelaku usaha tidak terkecuali istri dari pekerja BUMN.

img_title ASDP Gratiskan Tarif Jasa Kepelabuhan saat Libur Natal dan Tahun Baru

Komitmen tersebut ditunjukkan salah satunya dengan mendorong istri ataupun anggota keluarga pekerja ASDP untuk membangun bisnis UMKM. Sebanyak 80 orang anggota keluarga pekerja ditawarkan untuk mendapatkan mudah dari PMN Mekar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga dalam kegiatan BUMN bersama keluarga Pekerja di Banyuwangi yang dihadiri lebih dari 350 keluarga pekerja PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Perkebunan Nusantara XII, Pelindo dan Angkasa Pura II.

img_title Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Danantara Genjot Penyederhanaan Anak Usaha BUMN

“Ibu - Ibu yang mau usaha atau mau mengembangkan usahanya bisa dapat pinjaman modal Rp 1 juta - Rp 4 juta tanpa agunan dari program Mekaar” ungkap Arya.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Photo :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

img_title Satya JKN Awards 2026: Bukti Badan Usaha Peduli Pekerja

Hingga saat ini Program PNM Mekaar telah membiayai lebih dari 150.000 ibu - ibu di Banyuwangi, hal ini mendorong peningkatan jumlah perempuan mandiri di Indonesia. “Itu seperti membuka lapangan pekerjaan baru untuk ibu-ibu, bisa usaha bikin kue, buka warung kelontong dan usaha lainnya. Sekarang ibu - ibu bisa mandiri, bantu suami” tambah Arya.

PNM Mekaar disebut menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia karena yang level terbawah diberikan pembiayaan untuk menjalankan atau memulai usaha. Program ini tidak memerlukan jaminan seperti layanan permodalan lainnya dan untuk modal yang diberikan menggunakan sistem tanggung renteng.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, ASDP mengubah haluan tersebut bukan semata memberikan kemanfaatan yang lebih besar kepada masyarakat dan lingkungan di sekitarnya, tetapi juga untuk kemajuan perusahaan.

“ASDP kini mengubah strategi TJSL untuk fokus pada program SDGs dengan prioritas program pendidikan, lingkungan, pemberdayaan UMKM dan kesehatan karena kami merasa dengan filantropi saja tidak cukup," ujar Shelvy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak di Banten.

Photo :
  • VIVA/Yandi Deslatama

Pada sisi profit, ASDP juga mengarahkan program TJSL yang sejalan dengan operasional perusahaan. Lalu, pada sisi people, dilakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi operasional perusahaan. Di antaranya, pemberdayaan perempuan pesisir lewat program Pelatihan Menjahit (di Merak), pemberdayaan masyarakat melalui seni (Labuan Bajo), dan beasiswa tingkat sarjana di Universitas Teknologi Sumbawa untuk anak-anak sekitar pelabuhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut