Bandung 'Guyur' 80 Ton Beras Jelang Bulan Ramadhan
- Adi Suparman (Bandung)
Sementara itu, Siti Suryati, salah satu warga Antapani yang memperoleh antrean pertama mengaku mengetahui informasi operasi pasar di media sosial Kecamatan Antapani.
"Saya dari 06.30 WIB sudah di Gasmin karena memang biasa olahraga pagi. Setelah itu langsung ambil antrean. Alhamdulillah bisa kebagian beras," ucap Siti.
Ia mengaku senang dengan adanya program tersebut. Sebab, beras yang biasa ia beli harganya tengah melangit dari Rp12.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.
"Ini sangat membantu saya. Berasnya juga bagus meski harganya murah. Beras yang biasa saya beli sekarang sudah naik jadi Rp14.000 per kilogram, tapi kualitasnya tidak terlalu bagus," ungkapnya.
Ia berharap, program seperti ini semakin sering diadakan pemerintah. Tak hanya berupa beras, tapi juga sembako lainnya. "Semoga bisa sering-sering ya. Bukan cuma beras, nanti mah bisa minyak goreng juga. Soalnya lagi susah cari minyak goreng sekarang," terangnya