Hati-hati Jebakan Utang Konsumtif, Simak Tips Cegah Bahayanya

Ilustrasi pembiayaan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Bisnis  – Sebagian masyarakat hari ini kerap terjebak dalam jebakan kecanduan utang konsumtif. Apalagi, di era digital saat ini produk konsumsi bisa didapatkan dengan mudah melalui internet, dan akses kredit konsumtif juga semakin terbuka lebar.

img_title Bangun Kebiasaan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengenalkan Literasi Keuangan pada Anak

Hal itu misalnya didorong oleh keinginan-keinginan tersier seperti membeli tiket konser yang sangat mahal, gadget versi terbaru, ‘healing’ liburan ke luar kota, dan keinginan gaya hidup lainnya seakan semakin mudah didapat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, dengan adanya penambahan fitur paylater di berbagai platform belanja online yang semakin marak, tidak sedikit orang terjebak dengan dua aktivitas yang berpotensi membahayakan keuangan. Pertama yakni membeli barang yang sebenarnya tidak benar-benar dibutuhkan, atau hanya untuk memenuhi keinginan sementara.

img_title Terungkap! Bupati Klaten Diduga Terima Fee Rp2 Miliar Lebih, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

Tips Mengatur Keuangan

Photo :
  • U-Report

"Dan yang kedua, menggunakan fitur paylater untuk bisa membeli barang tersebut," kata Direktur PT Insight Investments Management (Insight), Ria M. Warganda, dalam keterangannya, Rabu, 17 Mei 2023.

img_title Polri Usut Dugaan Korupsi Kredit Rp629,8 M untuk Proyek Apartemen di Bekasi, Bos Perusahaan Sudah Diperiksa

Dia menegaskan, masyarakat benar-benar harus waspada dengan adanya model jebakan utang konsumtif ini. Sebab, utang konsumtif merujuk pada utang yang uangnya digunakan untuk membeli barang atau jasa yang tidak produktif, atau memiliki keuntungan ke depannya.

Berbeda dengan utang produktif, utang konsumtif ini tidak memiliki nilai investasi, karena digunakan untuk membiayai pembelian barang atau jasa yang tidak memberikan pengembalian di masa depan atau nilainya bisa menurun. Bahkan, nilai tersebut justru bisa jadi habis tanpa sisa.

"Beberapa bahaya dari utang konsumtif adalah adanya bunga dan biaya tambahan yang cenderung lebih tinggi, bisa menjadi beban finansial, berpotensi menurunkan kredit skor, dan bahkan bisa memberikan pengaruh juga pada kesehatan mental," ujarnya.

Berikut adalah beberapa tips agar masyarakat tidak terjebak dengan utang konsumtif dan mencegah kecanduan terhadapnya:

1. Buat anggaran keuangan yang jelas dan terencana

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Membuat anggaran keuangan adalah first step yang penting untuk mengatur keuangan, termasuk untuk menghindari utang konsumtif. Dengan membuat anggaran yang jelas dan terencana, kita bisa memantau pemasukan dan pengeluaran.

"Serta mengalokasikan dana sesuai dengan kebutuhan dan prioritas," ujar Ria. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut