Laba Bersih PGE Naik 49,3 Persen pada Kuartal I-2023

Area operasi panas bumi PGE, PLTP Karaha.
Sumber :
  • Dok. PGE

VIVA Bisnis – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) berhasil menorehkan kinerja cemerlang pada kuartal I-2023. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan yang positif. 

img_title Ogah Diatur Negara Lain, Bahlil Buka Opsi RI Bangun PLTN di Dekat Singapura: Mau Taruh di Mana pun, Apa Urusannya?

PGE membukukan kenaikan laba bersih sebesar 49,3 persen pada kuartal I-2023 menjadi Rp 715,4 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 478,6 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peningkatan laba bersih ini juga diiringi dengan peningkatan pendapatan usaha sebesar 19 persen dengan laba kotor yang juga tumbuh sebesar 32,7 persen. Kinerja keuangan yang sangat baik ini menunjukkan efisiensi operasional yang dilakukan oleh PGE. Efisiensi ini pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan berkelanjutan.

img_title Sentilan Menohok Bahlil ke Singapura: Jangan Minta Dihargai Tapi Susah Menghargai, Senang Mengolok-olok!

Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk., Nelwin Aldriansyah mengatakan, saat ini PGE berada di posisi keuangan solid untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. 

"Hal ini dibuktikan dengan tingkat debt to equity ratio (DER) yang kuat, yaitu di kisaran 40 persen. Pencapaian yang sangat baik ini tentunya akan menjadi pemacu kami untuk dapat terus tumbuh dan berkembang dalam menyediakan energi hijau bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu, 31 Mei 2023.

img_title Bahlil Mau Bangun Storage Minyak Mentah, Impor Crude Tak Lagi Transit di Negara Lain: Ini Survival Mode!

PLTP Kamojang.

Photo :
  • Dok. Pertamina

Sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan, nilai aset PGE pun turut mengalami peningkatan dibandingkan dengan Desember 2022 menjadi Rp 43,4 triliun. 

Peningkatan ini mencerminkan upaya PGE dalam mengoptimalkan pengelolaan dan investasi aset, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan dan mendorong pemanfaatan potensi panas bumi di Indonesia.

Tidak hanya itu, PGE juga berhasil melunasi pinjaman jangka pendek (bridge loan) sebesar Rp 6 triliun yang diraih dari penerbitan green bond yang berkontribusi terhadap pengurangan total utang Perseroan pada kuartal I-2023 menjadi Rp 11,3 triliun. Hal ini disebut menjadikan struktur permodalan PGE menjadi lebih ideal dan kuat. Penurunan utang ini juga merupakan bukti komitmen Perseroan dalam mengelola kewajiban keuangan dengan bijaksana, yang berkontribusi pada stabilitas keuangan dan keberlangsungan bisnis perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara keseluruhan, pencapaian ini menunjukkan bahwa PGE telah berhasil mengelola keuangan dengan baik, meningkatkan kinerja operasional, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. 

“Ke depan, PGE akan tetap fokus untuk memperkuat posisinya di sektor energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya geothermal serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia guna menyediakan akses ke energi bersih dan ramah lingkungan yang andal dan terjangkau,” tutup Nelwin.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut