BTN Gandeng Polda Metro Bongkar Kejahatan Perbankan, Begini Modusnya

ATM BTN.
Sumber :
  • Dokumentasi BTN.

VIVA Bisnis – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya membongkar adanya indikasi kejahatan perbankan. Modus kejahatan yang digunakan yakni pelaku memberikan janji kepada nasabah yang menempatkan dananya, untuk mendapatkan suku bunga sebesar 10 persen setiap bulannya.

img_title Pengakuan Mengejutkan Konten Kreator Asal Medan yang Hina Yesus saat Live TikTok

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, indikasi kejahatan perbankan itu diketahui melibatkan orang berinisial ASW dan SCP. Perseroan jelasnya, telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya sejak 6 Februari 2023. Selain itu, juga telah meminta pemblokiran dana pada tiga bank yang diduga terkait adanya transaksi mencurigakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tidak menoleransi sedikit pun terhadap kegiatan yang diduga transaksi mencurigakan, bahkan orang dalam yang terlibat sudah diberhentikan,” kata Ramon dalam keterangannya Jumat, 2 Juni 2023.

img_title Penipuan Digital Makin Marak, Ini Cara Mudah Melindungi Identitas dan Data Pribadi

BTN.

Photo :
  • Dokumentasi BTN.


Menurut Ramon, atas laporan BTN, pihak Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut kasus tersebut. Sebab, pada Rabu, 31 Mei 2023 tersangka ASW telah dibekuk oleh penyidik guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

"BTN mengucapkan terima kasih kepada Polda Metro Jaya, Polda Sulawesi Utara dan Polresta Manado yang telah bekerja keras dalam melakukan pencarian dan penangkapan terhadap oknum pelaku. Semoga ini menjadi awal keberhasilan pengungkapan mafia kejahatan perbankan di Indonesia," tegasnya.

img_title Influencer Berinisial AA Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan Bermodus Mencari Investor

Adapun modus kejahatan perbankan yang dilakukan diketahui ada sejumlah pemilik dana yang bekerja sama dengan ASW untuk menempatkan dana di bank dengan janji mendapatkan suku bunga sebesar 10 persen setiap bulannya.

Menurut Ramon, suku bunga tersebut tidak pernah ada di perbankan khususnya BTN. Proses pembukaan rekening juga tidak sesuai dengan ketentuan bank.

“Para pemilik dana juga tidak pernah datang ke Bank untuk membuka rekening dan tidak pernah memiliki buku tabungan maupun kartu ATM. Mereka telah beberapa kali menerima pembayaran imbal bunga dari ASW, namun kemudian pembayarannya tidak lancar dan terhenti,” jelasnya.

Ramon menjelaskan, BTN menjamin keamanan seluruh transaksi nasabahnya dengan menerapkan Prudential Banking dan Good Corporate Governance sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Corporate Secretary Ramon Armando.

Photo :
  • Dokumentasi BTN.

Kami berkomitmen untuk menindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum dan tidak akan melindungi pihak mana pun termasuk dalam hal ini pegawai bank yang terbukti melakukan pelanggaran hukum,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut