Ini Kata Petinggi BEI soal Wacana IPO Freeport Indonesia

Tambang terbuka Grasberg yang sudah digali PT Freeport Indonesia.
Sumber :
  • VIVA/Fikri Halim

Jakarta – Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berupaya mengajak PT Freeport Indonesia, untuk melantai di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

img_title IHSG Sore Ini Ditutup Menguat 0,95 Persen ke 5.439

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya memang memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk terus mengajak perusahaan-perusahaan yang dinilai layak IPO agar bisa melantai di bursa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami dengan Mandiri Sekuritas memang masih akan terus menggali potensi perusahaan-perusahaan layak IPO di seluruh Indonesia, termasuk Freeport," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 7 Juli 2023.

img_title 10 Emiten Siapkan Buyback Saham Rp18,6 Triliun, DSSA hingga BREN Masuk Daftar

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna.

Photo :
  • M Yudha Prastya/VIVA.co.id

Diketahui, Freeport Indonesia pemegang konsensi area tambang Grasberg dengan cadangan terbukti mencapai 4 miliar ton.

img_title Mulai 2 November, BEI Keluarkan Saham HSC dari Kriteria Seleksi IHSG

Untuk cadangan mencapai 1,8 miliar ton yang akan ditambang hingga 2041, dengan cadangan (proven+probable) untuk emas, Freeport Indonesia secara keseluruhan memiliki total sebesar 29.08 juta troy oz berdasarkan data sampai 31 Desember 2019.

Saat ini, 48,8 persen porsi saham Freeport Indonesia dipegang oleh Freeport-Mc Moran Inc, dan 51,23 persen dikuasai Inalum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun kepemilikan Inalum secara langsung sebesar 26,2 persen dan 25 persen, dipegang perusahaan patungan Inalum dan Pemerintah Daerah Papua yakni PT Indonesia Papua Metal Mineral.

Ilustrasi bursa saham asia

Asing Kembali Net Sell Rp1,29 Triliun, Saham BBCA Dilepas Rp766 Miliar saat IHSG Menguat

Investor asing kembali melakukan net sell sebesar Rp1,29 triliun saat IHSG naik 0,95%. Saham BBCA menjadi sasaran jual terbesar dengan nilai Rp766,98 miliar.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut