LKPP Evaluasi Sistem E-Katalog Buntut Kasus Kepala Basarnas

LKPP.
Sumber :
  • Fikri Halim / VIVA.co.id

Jakarta - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) kini tengah mengevaluasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah seperti e-katalog. Hal itu dilakukan sebagai respons atas kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa oleh Kepala Basarnas Marsdya Hendri Alfianto.

img_title KPK Ungkap Modus Kasus Cukai PT Djarum, Ada Pengondisian Tidak Bayar Sesuai Angka yang Ditetapkan

Direktur Pengembangan Sistem Katalog LKPP Yulianto Prihandoyo mengatakan, dalam evaluasi itu pihaknya dibantu oleh GovTech Telkom Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami juga tidak diam, jadi kami dibantu teman-teman GovTech Telkom ini sedang bikin semacam new platform lah. Sekaligus memastikan atau mengurangi ruang-ruang atau celah korupsi tadi," kata Yulianto saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2023.

img_title AKBP Edy Herwiyanto Diperiksa Propam soal Dugaan Korupsi, Polri Tegaskan Ayah Wali Kota Kediri Itu Tak Kebal Hukum

Gedung Baru LKPP.

Photo :
  • Fikri Halim / VIVA.co.id

Yulianto menuturkan, pihaknya pun bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pengawasan pada sistem e-katalog. Yulianto juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses pengadaan barang dan jasa Pemerintah. Dalam hal ini diminta masyarakat ikut melaporkan jika menemukan hal yang mencurigakan terkait hal itu.

img_title Korupsi Baju Dinas Rp477 Juta, Sekwan DPR Papua Barat Daya Jadi Tersangka, Kini di Lapas

"Kami ingin tegaskan apa yang disampaikan tadi ini enggak mungkin kami sendirian, LKPP sendirian. Jadi kami butuh bapak ibu, rajin-rajin melaporkan saja kalau ada menemukan hal-hal yang kira-kira itu jadi dugaan tadi (korupsi)," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi kita bareng-bareng, saya bangun transparansinya, publik bisa melihat sampai detail-detail. Ini anggaran negara ada berapa kementerian ini berapa belanja untuk apa saja, siapa penyedianya, dan seterusnya bapak ibu nanti bisa lihat di platform kami," tambahnya.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid

KPK Respons Kabar Nusron Wahid Pergi ke Luar Negeri Lagi, Tidak Bisa Dicekal?

KPK merespons kabar Nusron Wahid pergi ke Jepang setelah dua kali mangkir pemeriksaan kasus suap sertifikat HGB Summarecon. KPK mengaku belum bisa mencekal ke luar negeri

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut