Menko Airlangga dan Sekjen OECD Bertemu, Ini yang Dibahas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Kemenko Perekonomian

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Mathias Cormann. Pada pertemuan itu, dibahas mengenai rencana Indonesia yang akan masuk menjadi anggota OECD.

img_title Tiket Pesawat dan Kapal Diskon 30 Persen saat Nataru 2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp883 Miliar

Airlangga mengutarakan, rencana masuknya Indonesia sebagai anggota OECD disambut dengan positif. Sebab, Indonesia dinilai berhasil memimpin pertemuan G20 beberapa waktu lalu, dan kini Indonesia menjadi pemimpin ASEAN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadi Secretary General OECD datang untuk bertukar pikiran mengenai rencana Indonesia untuk menjadi anggota OECD dan tentunya disampaikan bahwa keinginan Indonesia atau saran bapak Presiden sudah diberitahukan ke 38 anggota dari OECD," kata Airlangga kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2023.

img_title Airlangga Ungkap Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga untuk Dongkrak Daya Beli

Dijelaskan Airlangga, OECD juga memandang bahwa situasi COVID-19 di Indonesia sudah pulih dan perekonomian RI juga tumbuh dengan baik.

"Di dalam COVID-19 juga Indonesia melakukan reform. Nah tentu, bagi OECD reform menjadi sangat penting dan mereka melihat komitmen Indonesia terhadap green economy dengan berbagai proyek dan target itu juga berada dalam track yang benar," jelas dia.

img_title Airlangga Siapkan 3 Jalur Kredit Rp400 Triliun pada 2027, KUR hingga Alsintan

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Photo :
  • VIVA/Anisa Aulia.

Lebih lanjut kata Airlangga, OECD memandang ekonomi Indonesia memasuki arah berkeadilan salah satunya dari sisi perpajakan.

Kendati demikian, Airlangga menegaskan, untuk Indonesia menjadi anggota dari OECD membutuhkan waktu yang panjang. Dia mencontohkan, untuk negara Amerika Latin seperti Colombia membutuhkan waktu hingga 8 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tetapi ada juga yang 4 tahun, tetapi itu dilakukan seperti Korea atau Jepang yang prosesnya dekade udah lama. Tetapi Indonesia akan menjadi negara Asia Tenggara pertama, dan negara Asia ketiga kalau ini berproses di dalam keanggotaan," imbuhnya.

Ilustrasi bantuan sosial

Pemerintah Siapkan Stimulus Puluhan Triliun untuk Warga, Ini Daftar Bantuan dan Insentif yang Segera Jalan

Pemerintah sudah stimulus ekonomi berupa bantuan beras, subsidi upah, diskon Nataru, insentif pajak, magang, dan KPR bersubsidi mulai akhir 2026 hingga 2027.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut