BI Terbitkan Instrumen Sekuritas Rupiah, Ini Manfaatnya

Gubernur BI Perry Warjiyo.
Sumber :
  • Anisa Aulia/VIVA.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) resmi menerbitkan instrumen operasi moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal itu dilakukan dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang, mendukung upaya menarik aliran masuk modal asing.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.661 di Tengah Isu Pergantian Menkeu Purbaya ke Suahasil

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan itu akan mulai diimplementasikan pada 15 September 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita menerbitkan SRBI sebagai instrumen OM (kontraksi) yang pro-market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang, mendukung upaya menarik aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio. Serta untuk optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying," kata Perry dalam konferensi pers Kamis, 24 Agustus 2023.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.605 di Tengah Tekanan Harga Minyak Dunia terhadap Ketahanan Fiskal RI

Ilustrasi cadangan devisa, utang luar negeri, modal asing, dan devisa hasil ekspor.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Perry mengatakan SRBI merupakan sekuritas dari Surat Berharga (SBN) yang dimiliki oleh Bank Indonesia. Dalam hal ini SRBI diterbitkan hingga tenor 12 bulan.

img_title Bank Indonesia Dorong Transaksi Negara Anggota BRICS Pakai Mata Uang Lokal

"BI kan punya lebih dari Rp 1.000 triliun SBN, kita sekuritisasi SBN jadikan underlying. Kita terbitkan SRBI dengan underlying SBN ini dengan tenor jangka pendek sampai 12 bulan," jelasnya.

Perry menuturkan, untuk suku bunga yang akan diberikan pihaknya akan menarik. Di mana SRBI nantinya bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nanti biasanya perbankan yang ikut lelang, setelah itu apakah eksportir, apakah investor luar negeri, non residen boleh numpang ke perbankan untuk bidding ke BI," ujarnya.

Ilustrasi utang.

Utang Luar Negeri RI Juli 2026 Naik Jadi US$454,8 Miliar Gegara Ini

Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 naik sebesar 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) sehingga mencapai US$454,8 M.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut