Kemenkeu: APBN Sudah Didesain Hadapi Berbagai Guncangan Global

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu.
Sumber :
  • VIVA/Anisa Aulia

Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah didesain untuk siap menghadapi berbagai guncangan global. Antisipasi semacam itu menurutnya bahkan sudah dilakukan sejak tahun lalu, saat harga minyak dunia sempat meroket dan bertengger di atas US$100 per barel.

img_title Lapor APBN 2027 ke Prabowo, Suahasil Beberkan Respons Presiden soal Belanja Negara Tembus Rp4.100 Triliun

"Jadi seperti APBN yang sudah kita tunjukkan sejak tahun 2022, ketika harga minyak di atas US$100 per barel. Saat itu pemerintah sudah memerankan APBN sebagai shock absorber," kata Febrio dalam BNI Investor's Daily Summit 2023, Selasa, 24 Oktober 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia memastikan bahwa sebenarnya Kementerian Keuangan telah melihat berbagai risiko global yang mungkin terjadi, dan berpotensi memicu ketidakpastian ke depannya.

img_title Suahasil Ungkap Arahan Prabowo soal APBN: Efisiensi Untuk Kesejahteraan Rakyat

Apalagi, perang Rusia-Ukraina yang terjadi sejak tahun lalu masih berlanjut hingga saat ini dan belum tahu kapan akan berakhir. Hal itu masih ditambah lagi dengan eskalasi konflik di Timur Tengah antara Hamas-Israel yang kembali memanas baru-baru ini.

VIVA Militer: Kontak tembak tentara Israel dengan pasukan Hamas Palestina

Photo :
  • news18.com

img_title Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Pentingnya Konsistensi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah

Tak hanya itu, Febrio juga menjelaskan soal masalah hubungan dagang serta ekonomi antara Amerika Serikat dan China, yang juga berpotensi menimbulkan risiko dan persaingan yang lebih divergen ke depannya. Terlebih, kerentanan di sisi internal perekonomian AS yang masih dibayangi kenaikan suku bunga dan inflasi yang tinggi, juga bisa memengaruhi ketidakstabilan sektor eksternal perekonomian Indonesia.

Karenanya, Febrio memastikan bahwa pemerintah telah merancang APBN untuk tetap tangguh, di tengah ketidakpastian perekonomian global. Apalagi, Kemenkeu diakui Febrio juga terus berfokus mendorong daya beli masyarakat, agar menghambat laju pertumbuhan tingkat kemiskinan sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. 

Kemudian, lanjut Febrio, pemerintah juga fokus menjaga defisit APBN, yang berhasil ditekan dari 6,09 persen pada 2020 menjadi 2,35 persen pada 2022. Capaian tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, yang menetapkan batas defisit APBN perlu kembali ke bawah 3 persen per tahun 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi itu semua konsolidasinya satu tahun lebih awal," ujarnya.

Luky Alfirman.

Sempat Dicopot Purbaya dari Jabatan Dirjen, Kini Luky Alfirman Dilantik Jadi Wamenkeu Dampingi Suahasil Nazara

Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk periode 2026-2029 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut