Jokowi ke Gubernur BI: Peredaran Uang Makin Kering

Presiden Jokowi menghadiri acara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2023
Sumber :
  • Setpres

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, peredaran uang di Indonesia saat ini semakin kering. Hal itu disampaikannya di depan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. 

img_title IHSG Ditutup Zona Merah di Level 4.900, Terendah Sejak 10 Tahun Terakhir!

Jokowi mengatakan, keringnya peredaran uang itu diketahui dari keluhan para pelaku usaha kepada dirinya. Itu disampaikan Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tadi sampaikan ke Pak Gub (Gubernur BI Perry Warjiyo), saya mendengar dari banyak pelaku-pelaku usaha ini kelihatannya kok peredaran uangnya makin kering di pelaku-pelaku?" ujar Jokowi dikutip Kamis, 30 November 2023.

img_title Banyak Kader PSI Desak Jokowi Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Ahmad Ali sebut Fakta: Itu Momen Nasional

Presiden Joko Widodo.

Photo :
  • Dok Setkab.

Jokowi menduga, keringnya peredaran uang itu dikarenakan banyak digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

img_title Roy Suryo Minta Jaksa Hadirkan Jokowi dan Ijazah Aslinya, Refly Harun: Kami Merasa Aneh

"Jangan-jangan terlalu banyak yang dipakai untuk membeli SBN, atau terlalu banyak untuk membeli SRBI, atau SVBI. Sehingga yang masuk ke sektor riil menjadi berkurang," ujarnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Photo :
  • M Yudha P / VIVA.co.id

Selain itu, Jokowi juga menyinggung soal masih rendahnya realisasi belanja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Sebab, saat ini sudah mendekati akhir 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Realisasi belanja Pemerintah daerah ini kalau ada gubernur, bupati, wali kota realisasi belanja pemerintah daerah padahal tinggal tiga minggu itu masih di angka 64 persen. Pemerintah pusat juga masih di angka 76 persen," ujarnya.

Pemilik biro perjalanan haji PT Zahra Oto Mandiri atau Uhud Tour, Khalid Basalamah

Khalid Basalamah Akui Setor Uang ke KPK Terkait Kasus Korupsi Haji, Totalnya Tembus 554.500 Dolar AS

Pendakwah Khalid Zeed Abdullah Basalamah mengaku telah menyetorkan uang sebesar 554.500 dolar AS ke KPK (Komisi Pmeberantasan Korupsi) terkait dugaan korupsi kuota haji.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut