Keharusan bagi Perusahaan Tambang, Simak Manfaat Serius Implementasikan ESG
- Istimewa
Jakarta – Penerapan aspek Environment, Social and Government (ESG) menjadi sebuah keharusan bagi perusahaan tambang. Bahkan, investasi pertambangan di Indonesia dinilai akan terhambat ESG jika tidak serius diimplementasikan.
Pertambangan dan ESG ditegaskan harus berhubungan dekat. Sebab, aspek ini ke depannya bukan hanya menyangkut dekarbonisasi sektor pertambangan, tetapi juga dekarbonisasi dunia.
Menurut Chairperson of Advisory Board Social Investment Indonesia, Jalal, riset Price Waterhouse Cooper (PwC) di sektor pertambangan menyebut bahwa perusahaan yang tidak serius dengan ESG akan berbeda sekali performa finansialnya dibandingkan dengan perusahaan yang serius akan ESG. Hal itu diungkapkannya saat "Seminar Nasional ESG: Adaptasi ESG melalui Dekarbonisasi dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati untuk Menyongsong Pertambangan Berkelanjutan" di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa tidak perusahaan tambang tidak serius dengan ESG. “Kita butuh menaikkan banyak mineral dan logam dan persyaratannya dengan ESG. Para pemimpim perusahaan pertambangan harus belajar ESG dengan benar,” ujar Jalal dikutip Sabtu, 27 Januari 2024.
Ilustrasi tambang tembaga
- ANTARA/Reuters
Seminar Nasional ESG yang diinisiasi Agincourt Resources ini dihadiri sekitar 100 orang dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan wartawan. Jalal mengungkapkan, kegiatan pertambangan harus dilakukan ekstra hati-hati. Jangan sampai menyelamatkan manusia dari perubahan iklim, tapi justru membahayakan keanekaragaman hayati.
Jalal melanjutkan, pelaporan standar yang paling populer yakni Global Reporting Initiative (GRI) ini sangat penting. Standar GRI di Indonesia sudah diterapkan banyak perusahaan. Namun, jika ingin ESG mendapat pengakuan global, mau tidak mau harus memperbaiki pelaporan.
Rekomendasi yang disampaikan Jalal bagi pelaku usaha di sektor pertambangan adalah untuk belajar keuangan berkelanjutan, integrasi ESG jangan hanya ramai di mulut, bikin penilaian materialitas yang serius. Ia melanjutkan, isu ke depan akan sangat penting di antaranya dekarbonisasi dan keanekaragaman hayati perlu diperhatikan dengan membuat pelaporan dengan menggunakan standar internasional ICMM dan IRMA, serta perlu mempelajari GRI mining.
“Karena regulasi masih kurang untuk ESG, maka perlu didorong agar lebih serius biar ada level playing field pertambangan Indonesia dengan di luar sana,” katanya.