Prabowo-Gibran Unggul Quick Count, Gubernur BI: Kami Tetap Independen

Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka suara, soal hasil quick count sejumlah lembaga yang menunjukkan bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) akan berlangsung satu putaran. Hasil itu menempatkan keunggulan Prabowo-Gibran, dibanding dua kompetitornya.

img_title Mencuat Isu Pemakzulan Gibran Mempengaruhi Posisi Prabowo, PDIP: Itu Ancaman, Bahkan Sandera

Perry menyatakan bahwa BI akan tetap independen di tengah pesta demokrasi ini. BI tegasnya, akan menjalankan mandat sesuai undang-undang untuk menjaga stabilitas makro ekonomi RI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita bersyukur proses pemilu berjalan lancar. BI akan tetap independen, BI adalah independen dari pemerintah  mandat kami jelas sesuai UU menjaga stabilitas, stabilitas rupiah, stabilitas sistem  keuangan melalui kebijakan moneter dan sistem pembayaran untuk mendukung pe berkelanjutan,” ujar Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 21 Februari 2024.

img_title Kilas Balik Rupiah Melemah Sepanjang Oktober 2026, Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Gedung Bank Indonesia

Photo :
  • Dok. VIVA.co.id

Pun Perry memastikan BI akan terus bersinergi dengan Pemerintah, khususnya dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Dalam hal ini terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

img_title Kadin: Investasi Dalam Negeri Tembus Rp 2.000 triliun di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

“Meskipun kami independen kami akan terus bersinergi dengan pemerintah. Komitmen kami akan terus bersinergi dengan pemerintah dan karenanya itu tentu saja kami akan melakukan koordinasi itu dengan pemerintah,” terangnya.

Sebelumnya, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai Pemilihan Umum (Pemilu) satu putaran akan menghasilkan kondisi yang bagus untuk investasi.

Aviliani mengatakan, investasi akan lebih bagus setelah Februari atau jika Pilpres satu putaran. Dengan kondisi saat ini atau belum ada Presiden baru, investor cenderung menunggu siapa yang akan terpilih, dan apa kebijakan yang akan dikeluarkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemudian wait and see investor terutama dari sektor riil. Karena kalau mereka menginvestasikan sekarang mereka belum tau siapa presidennya, policy seperti apa. Sehingga mungkin kalau satu putaran, mungkin setelah Februari itu (investasi) akan mulai bagus lagi," ujar Aviliani dalam Diskusi Publik Indef, Kamis, 28 Desember 2023.

Ilustrasi Inflasi

BI Sebut Inflasi pada Oktober 2026 Terjaga Baik, Ini Faktor Penyebabnya

BI menilai inflasi pada Oktober 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran, karena merupakan hasil penguatan sinergi antara bank sentral bersama pemerintah.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut