Program Makan Siang dan Susu Gratis Masuk APBN 2025

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Jakarta – Program makan siang dan susu gratis yang diusung paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bakal masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

img_title Purbaya Sebut Anggaran Gaji Manajer Kopdes yang Ditanggung APBN 2 Tahun Tidak Besar

Airlangga menuturkan bahwa program makan siang dan susu gratis ini akan masuk ke dalam pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Masuk (KEM-PPKF)," ujar Airlangga kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 23 Februari 2024.

img_title Program Sosial Kapolri Dituding Pakai Dana APBN, MPPI: Murni Pakai Uang Pribadi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

Namun, Airlangga tidak menjelaskan lebih jauh mengenai hal ini. Dia menuturkan bahwa KEM-PPKF akan dibahas dalam rapat Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, 26 Februari 2024.

img_title Airlangga: Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun untuk Bikin Rekening Massal Bagi 200 Juta Masyarakat

"PPKF sedang dibahas, nanti Senin akan ada sidang kabinet jadi tunggu aja Senin," terangnya.

Diketahui berdasarkan perhitungan suara real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada sore ini, suara Prabowo-Gibran masih unggul dibandingkan dua paslon lainnya. Prabowo-Gibran tercatat mendapat 58,89 persen suara, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 24,06 persen, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 17,05 persen.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pihaknya sudah mulai menyiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Hal ini dilakukan dengan berdiskusi bersama jajarannya mengenai KEM-PPKF.

"Kemarin siang saya bersama Pak Wamenkeu dan jajaran pimpinan eselon I berdiskusi cukup panjang mengenai topik yang sangat penting, yaitu Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun 2025," ujar Sri Mulyani lewat Instagramnya @smindrawati Selasa, 13 Februari 2024.

Sri Mulyani mengatakan, pembahasan KEM-PPKF merupakan bagian dari langkah awal perancangan APBN tahun 2025. Pun, dia meminta agar perancangan APBN ini semakin dipertajam.

Bendahara Negara ini menjelaskan, dipertajamnya RUU APBN ini dilakukan agar APBN dapat menjawab berbagai masalah fundamental.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara khusus, saya meminta agar perancangan APBN kali ini semakin dipertajam, khususnya agar APBN mampu menjawab berbagai masalah struktural maupun fundamental, juga berbagai harapan dari masyarakat Indonesia," jelasnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Pastikan Anggaran Masih Cukup Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia di Atas US$100 Per Barel

Purbaya memastikan, anggaran negara masih cukup dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia, yang dikabarkan telah melampaui angka US$100 per barel imbas konflik Iran-AS

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut