BI: Rupiah Digital Bakal Gantikan Uang Kertas dan Logam Bertahap

Uang Rupiah Kertas Emisi 2022
Sumber :
  • Youtube Bank Indonesia

Jakarta - Mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) secara bertahap akan menggantikan uang flat atau uang dalam bentuk kertas atau logam. Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung.

img_title Rupiah Terus Melemah ke Rp 17.948 seiring Tekanan Ekonomi Global Imbas Lonjakan Harga Minyak

“Itu akan menggantikan fiat money tapi tentunya saja bertahap sifatnya hybrid, nanti pada akhirnya tentu saja akan menjadi pengganti dari fiat money, uang kertas dan logam,” ujar Juda di The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 29 Februari 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Deputi Gubernur BI, Juda Agung

Photo :
  • VIVA.co.id/Anisa Aulia

img_title Transaksi QRIS Antarnegara Capai Rp6,2 Triliun, Inbound Tembus 3 Kali Lipat dari Outbound

Juda menyampaikan, sampai saat ini BI masih mengkaji implementasi dari mata uang digital ini. Dia mengatakan, progresnya hingga saat ini masih dalam tahap piloting dan konseptual desain.

“CBDC kita terus test piloting dan sekarang di BI sedang dalam proses konseptual desain dengan menggunakan simulasi-simulasi dari sisi internal BI,” terangnya.

img_title Bank Aladin Syariah Bukukan Laba Bersih Rp38,3 Miliar hingga Kuartal II-2026

Juda melanjutkan, BI akan terus memantau perkembangan uang digital secara global. “Tentu saja kita akan melihat dulu seperti di China yang sudah lakukan dan negara Eropa seperti Swedia sebetulnya kita belum benar-benar menerapkan,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, BI masih melakukan pematangan proof of concept dari rupiah digital setelah menerima masukan industri.

“BI baru menerima akhir Julli kemarin masukan-masukan dari industri, kami di BI sedang menggodoknya,” ujar Perry dalam  konferensi pers Komite Sabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dikutip, Rabu, 2 Agustus 2023.  

Menurutnya, pengembangan proof of concept rupiah digital didasarkan pada tiga pertimbangan. Pertama, kesiapan dari sisi industri, mulai dari sisi kesiapan teknologi, bahasa komunikasi, serta implikasinya bagi kesiapan inti. Baca Juga :

Kemudian kedua, kompatibilitas atau kesesuaian pengembangan rupiah digital dengan teknologi digital yang ada di global. Sebab, pengguna CBDC tidak hanya digunakan di dalam negeri, namun akan digunakan untuk lintas negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami juga berkoordinasi membahasnya dengan internasional, antara lain dengan BIS (Bank for International Settlements). Karena di sana juga sedang dikembangkan teknologi digital untuk CBDC,” ujarnya.

Opening ceremony FESyar Regional Jawa 2026 di Surabaya pada Sabtu, 26 September 2026

FESyar Regional Jawa 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Syariah, BI Dorong UMKM hingga Pesantren Naik Kelas

Festival Ekonomi Syariah atau FESyar Regional Jawa 2026 kembali digelar di Jawa Timur dengan membawa misi memperkuat ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan.

img_title
VIVA.co.id
28 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut